Rabu, 30 Juli 2025. Hari Biasa Pekan XVII. Kitab Keluaran 34:29-45; Matius 13:44-46.

Oleh: RD.Fidelis Dua

“MENJADI kudus bukanlah menjauh dari dunia, tetapi membiarkan dunia disentuh oleh cahaya Allah melalui kita,” demikianlah ungkapan yang pernah disampaikan oleh mendiang Paus Benediktus XVI.

Ungkapan ini menjadi pintu masuk bagi kita untuk memetik butiran Sabda Allah hari ini: wajah Musa yang bersinar karena perjumpaannya dengan Allah dan perumpamaan Yesus tentang harta tersembunyi dan mutiara yang berharga. Kedua peristiwa ini berbicara tentang transformasi hidup saat seseorang menemukan Allah sebagai segalanya.

Saudari dan saudara terkasih. Dalam Kitab Keluaran dikisahkan bahwa wajah Musa bersinar terang setelah berbicara dengan Tuhan. Namun, yang menarik adalah orang-orang Israel justru takut mendekat.

Mengapa? Karena cahaya kudus itu menyadarkan mereka akan dosa dan jarak mereka dari kekudusan. Musa tak hanya membawa hukum, tapi juga membawa kemuliaan Allah yang tercermin dalam dirinya. Ini memberi pesan buat kita bahwa perjumpaan sejati dengan Tuhan akan mengubah wajah dan hidup kita, dan kadang membuat orang lain gelisah bukan karena kita menakutkan, tetapi karena terang itu mengungkapkan kegelapan yang selama ini tersembunyi: ego yang dibungkus kesalehan, kepentingan diri yang dilindungi oleh kebiasaan rohani yang palsu, dan dosa yang disembunyikan di balik topeng kebaikan. Terang Tuhan tidak hanya menguatkan, tetapi juga membongkar agar jiwa dibebaskan dan dimurnikan.

Baca Juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kasih: Rumah Kita Bersama untuk Hidup dalam Kristus

Sementara itu, Injil Matius menyajikan perumpamaan singkat namun padat makna tentang Kerajaan Surga seperti harta terpendam atau mutiara indah. Siapa yang menemukan lalu menjual segalanya demi memilikinya?

Orang yang sungguh-sungguh mencari Kerajaan Allah dan menemukan-Nya dalam perjumpaan dengan Kristus. Ia menyadari bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada hidup dalam Kerajaan Allah, sehingga rela meninggalkan segalanya, ambisi, harta, bahkan dirinya sendiri demi memiliki sukacita sejati bersama Yesus.

Inilah gambaran orang beriman yang hidupnya ditransformasikan karena perjumpaan dengan Tuhan. Ketika seseorang sungguh mengalami perjumpaan dengan Tuhan, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Pesannya jelas bagi kita bahwa jika kita benar-benar bertemu dengan Kristus, kita rela meninggalkan apa pun demi Dia. Sukacita dari perjumpaan itu tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan duniawi mana pun. Sehingga, Kerajaan Allah bukan beban, tetapi kebahagiaan tersembunyi yang hanya ditemukan oleh mereka yang sungguh mencari.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Bapa Kami dan Kisah Cinta yang Terus Menjaga

Saudari-saudara terkasih. Sabda Allah hari ini membawa kita pada permenungan atas dua pertanyaan ini: apakah wajah hidup kita mencerminkan kemuliaan Tuhan? Apakah hati kita masih mencari dan menggenggam hal-hal duniawi, ataukah kita sudah menemukan “mutiara itu” dan berani melepaskan yang lain?

Mari kita hidup seperti Musa, berani menyinari dunia dengan terang Allah. Dan seperti pencari mutiara, rela menjual segalanya demi memiliki Kristus. Sebab wajah yang memantulkan Allah dan hati yang sepenuhnya milik Kristus adalah harta sejati yang tak ternilai. Genggamlah Kristus dalam seluruh hidup kita, agar kita tetap berada di jalan keselamatan.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Wajah yang pernah bersua dengan Tuhan tidak akan mampu menyembunyikan cahaya-Nya; sebab terang kasih tak hanya menyentuh jiwa, tapi juga membongkar apa yang selama ini disembunyikan manusia.”

”Saat kita menemukan Allah sebagai harta sejati, dunia tak lagi menggoda karena sukacita surga telah mengisi ruang hati yang dulu diisi oleh dosa.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan