Sepakbola Kecamatan Nita, Tak Hanya Piawai di Gelora Samador juga di Kebun Holti
MAUMERE,dewadet.com-Usai sudah kompetisi sepakbola Piala Bupati Sikka di Gelora Samador, Kota Maumere. Tim Kecamatan Alok Timur memboyong Piala Bergilir dan Piala tetap serta uang pembinaan Rp 25 juta.
Peringkat kedua ditempati Kecamatan Alok, sedangkan peringkat tiga menjadi juara bersama Tim Kecamatan Waigete dan Kecamatan Nita setelah pertandingam berakhir kisruh. Semua tim pulang kampung, kembali lagi dengan aktivitas dan kesibukannya.
Menang kalah dalam kompetisi sudah lazim. Tidak ada kekalahan yang abadi dan kemenangan yang kekal. Semuanya berputar seperti bundarnya bola sepak.
Semangat itu pula meresapi sanubari pemain dan ofisial tim sepakbola Kecamatan Nita. Mengakhiri hasil kurang menyenangkan di partai final, semangat pemaian dan ofisial tak pernah padam.
Baca juga: Kasi Humas Polres Sikka Jabat Kapolsek Nita Gantikan Kadek Johan
“Mereka sangat sportif. Rasa kecewa pasti ada karena dirugikan.” kata Kepala Desa Tilang, Rofinus IM Luer, Senin 4 Agustus 2025.
Rofinus, mencoba mengalihkan perhatian pemain dan ofisial. Dia mengajak mereka menanam holti di Desa Tilang. Ajakan itu memang bersamaan dengan lahan seluas 3 hektar yang dikelola oleh Kelompok Pondok Tani Desa yang sudah siap ditanami berbagai jenis holti, tomat, ceb besar, cebe keriting, semangka dan ketimun.
Manajer Tim, Denil Ovon, Pelatih, Jefri Rabin, dan para pemain menyambut gembira ajakan Rofinus. Hari Senin itu menjadi kesepatan refresing yang paling menyenangkan, melepas penat menanam tomat sejumlah 700 anakan.
Menanam holti yang dilakukan tim sepakbola Kecamatan Nita, diakui Roy, sapaan Rofinus bukan pelarian karena hanya mendapat posisi tiga dalam turnamen sepabokbola. Bagi tim Nita, kata Roy, olahraga adalah sportivitas dan persaudaraan. Kalah dan menang kompetisi hal biasa.
Baca juga: Penyidik Kejaksaan Negri Maumere Periksa 10 Saksi Proyek Air Bersih Rp 3,5 Miliar di Nita
“Pemain dari Nita mau menunjukkan kelebihan sumber daya mereka yang lebih dari yang lain. Olahraga juga baik, tetapi kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar juga baik. Mereka juga terlibat dalam program ketahanan pangan,” pungkas Roy. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





