Tujuh Hari Ke Depan di Kabupaten Sikka, 80 Ibu Hamil Beresiko Akan Partus

Rapat kerja DPRD Sikka dengan pemerintah daerah, Jumat 31 Oktober 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Ditengah kondisi lowongnya dokter spesialis obgyn, selama tujuh hari ke depan di bulan November 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka di Pula Flores telah mengelompokan  80 orang ibu hamil dengan resiko tinggi akan partus atau melahirkan dari keseluruhan ibu hamil yang akan partuas selama  sebanyak 97 orang.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus membeberkanya dalam rapat kerja DPRD Sikka dengan pemerintah kabupaten, Jumat siang 31 Oktober 2025 di ruang sidang utama  DPRD Sikka.

“Ini yang kami pikirkan setiap hari. Harus ada strategi untuk menyelamatkan mereka. Kami tidak duduk diam,” tegas Herlemus dalam pertemuan dihadiri Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dipimpin Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, didampingi Wakil Ketua, Herlindis da Rato, dan Gorgonius Nago Bapa.

Sementara keada wartawan dalam jedah rapat, Herlemus mengatakan dokter spesialis  obgyn RSUD dr. TC Hillres, Maumere akan tiba kembali di Maumere pada hari Minggu, sedangkan dokter obgyn di RS Santo Gabriel Kewapante, dijadwalan tiba di Maumere petang ini (Jumat).

Baca juga:Dokter Spesialis Anestesi dan Obgyn Beri Pelayanan di RSUD Maumere

“Semoga tidak ada halangan mereka kembali ke sini. Kalau dokter obgyn di Kewapante tiba, maka kondisi kita perlahan-lahan akan normal lagi,” kata Herlemus.

Mantan Kadis Kesehatan Sikka mengatakan rujukan ibu hamil dilaksanakan sejak Selasa 28 Oktonber 2025 merupakan salah satu solusi alternatif mengatasi lowong sementara dokter obgyn.

“Saya dipanggil Pak Wakil Bupati hari Selasa pagi 28 Oktober 2025. Siang  hari saya keluarkan surat itu Setelah koordinasi dengan tiga RSUD tetangga.  RS Larantuka tidak bisa terima, kita dapat di RSUD Ende, dan RSUD Aeramo di Nagekeo,” terang Herlemus.

Sejak tanggal Selasa malam, 28 Oktober 2025, sampai Jumat pagi, 31 Oktober 2025, sudah empat orang ibu hamil  yangdirujukan. Tiga orang dibawah ke RSUD Ende dan seorang ke RSUD  Aeramo.

Baca juga:Waspada Pasien Rujukan Emergensi! Seminggu RSUD MaumereTanpa Dokter Anesthesi dan Kandungan

Dalam ketentuan rujukan dari Puskesmas, kata Herlemus, seharusnya pasien dibawa dulu ke RSUD TC Hillers baru tujuk.

“Tapi saya potong birokrasi itu. Bagi kami keselamatan atau nyawa diutamakan, administrasi akan menyusul. Semua rujukan wajib didampingi dokter. Empat ibu hamil terselamatkan, walau satu tertahan longsor menuju ke Ende. Semua pihak harap pahami peta jalan ini,” kata Herlemus.

“Saya sejak tanggal 28 Oktober sampai hari ini tidur jam 3 pagi. Karena saya harus ikuti setiap perjalanan mereka. Bukan kami tidak punya solusi,  tapi kami punya tanggungjawab,” Herlemus menegaskan.

Selama empat hari sejak Selasa, 28 Oktober 2025, lowong sementara dokter obgyn ramai dibahas netizen di berbagai platform media sosial mempertanyakan kepedulian pemerintah. Ramai pembahasan dokter ahli beruntun semenjak mundurnya dua dokter anestesi anak daerah pada bulan April 2025.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan