Predikat WTP dan Sehat, GM Kopdit Obor Mas: Kami Terus Benahi
MAUMERE,dewadet.com-Hasil audit keuangan Kopdit Obor Mas tahun buku 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Hendri Sukron Edi memberi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan pengukuran kesehatan oleh Puskopdit mendapat predikat Sehat diterima sukacita oleh General Manajer (GM), Leonardus Frediyanto Moat Lering, pengurus dan pengawas.
Opini WTP oleh kantor akuntan publik merupakan penilaian tertinggi dalam audit. Puskopdit menyatakan Sehat dalam analiasi pers untuk mengukur kesehatan gerakan CU menurut standar Asia.
“Ada yang ideal dan ada yang belum ideal. Kami tetap berjuang lagi. Kami terima dengan senang hati dan suka cita. Hasil tidak mungkin mengkianati proses yang sudah kami lakukan selama ini,” kata Yanto, sapaan Frediyanto menanggapi penyampaian hasil audit, Senin 9 Februari 2026 di lantai dua kantor pusat Kopdit Obor Mas, Jalan Kesehatan Kota Maumere.
Sementara GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus De Fransu, mengakui kebanyakan Kopdit mengalami hambatan sangat besar menerapkan standar penilaian. Karena harus menyesuaikan dengan sistim pelaporan dan sistim pengelolaan keuangan Kopdit.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Raih Predikat Sehat Skor 83
“Kami apresiasi Kopdit Obor Mas. Sejak diterbitkan entitas keuangan privat ini, Kopdit Obor Mas selalu responsif melakukan adaptasi terhadap akun-akun maupun prinsip pengelolaan keuangan berdasarkan standar yang baru. Ini adalah yang pertama untuk audit standar keuangan entitas,” kata Fransu.
Dikatakannya, audit ini tidak hanya menyoroti standar keuangan, tetapi juga rujukan terhadap berbagai regulasi Kopdit simpan pinjaman, semisal regulasi perpajakan juga diuji.
Sejauhmana Kopdit Obor Mas taat pajak, UU tenaga kerja, Permenkop. Jadi seluruh pengelolaan KSP Kopdit Obor Mas tidak hanya dari UU perkoperasian dan Permenkop juga perundang-undangan lain.
Puskopdit membidik dari dua aspek dalam pemeriksaan kesehatan untuk memastikan apakah Kopdit Obor Mas mengelola KSP atau Kopdit sesuai dengan standar dari Kemenkop UKM.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Raih Opini WTP Tahun Buku 2025, Implementasikan SAK-EP
Kedua sebagai gerakan koperasi kredit, kata Fransu, Kopdit juga memiliki alat untuk mengukur yakni pers, yaitu alat yang diterbitkan oleh Word Council Credit Union atau Dewan Koperasi Kredit Dunia. Dari 41 indikator penilaian namun yang selalu digunakan 13 indikator.
Ditegaskan Fransu, analisa pers tidak memberikan kesimpulan, tetapi menyampaikan bidang-bidang kritis yang harus dikelola, dan yang ideal dipertahankan.
Yang belum ideal dikelola karena dari pers akan dilakukan identifikasi apakah ini berkaitan dengan tata kelola organisasi, sumber daya manusia atau bisnis. Dari sisi pers juga dilihat kembali, kalau kaitan dengan simpan pinjam maka dievaluasi lagi produk dan pelayanan.
“Kami apresiasis kepada Kopdit Obor Mas yang tetap mempertahankan predikat penalian akuntan publik WTP,” imbuh Fransu. *





