Wakil Bupati Sikka Apresiasi Film Sie Raih Piala Citra FFI 2025, Bukti Kita Bisa
MAUMERE,dewadet.com-Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi memberi apreasiasi yang tinggi kepada sutradara dan produser Film Sie, Yosef Levi, dan Eslyn Puka, sukses meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025 untuk kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik.
Keberhasilan itu, kata Simon membuktikan bahwa anak-anak Kabupaten Sikka punya potensi besar bersaing di level nasional dan internasional.
“Ternyata kita bisa mendapatkanya. Ini sangat fenomenal. Sekian puluh tahun lamanya prestasi Piala Citra hanya menjadi milik masyarakat di Jawa, dan Sumatera saja,” kata Simon, menghubungi dewadet.com merespon Piala Citra FFI 2025 diraih Film Sie.
Simon menyampaikan apreasi atas kerja keras yang ditunjukan oleh crew Film Sie yang mengantarnya sampai ke puncak prestasi ini. Prestasi yang dirintis oleh Film Sie menurut Simon membuka jalan baik anak-anak Sikka lainnya.
Baca juga:Sie, Cerita Lokal Rasa Global, Refleksi Relasi Manusia, Alam dan Pencipta Alam Semesta
Meski belum sempat menonton, Simon mengatakan cerita yang diangkat dalam dalam kisah film ini sangat sederhana dan orisinal, tanpa rekayasa yang hidup di tengah warga masyarakat Sikka. Dari judul Film Sie, panggilan untuk Kambing mampu menginsipirasi untuk mengadirkan sebuah krestivitas seni yang yang tinggi.
“Terlihat sederhana, Sie panggilan untuk kambing bisa menginspirasi menghasilkan sebuah karya film yang memberi pesan kepada banyak orang,” kata Simon.
Diberitakan sebelumnya, Yosef Levi, pria dari Kampung Nelle Urung di Kecamatan Nelle, 6 Km arah selatan Kota Maumere, Kabupaten Sikka tak pernah membayangkan, Sie film dokumenter pendek yang disutradarainya meraih Piala Citra untuk Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik FFI 2025.
Karakater dan pemeran film ini merupakan orang-orang terdekat. Ayah kandungnya, Nong Titus, tantanya, Veronika Nona, juga ibu kandung Maria Yosefina.
Baca juga:Sie, Memanggil Kambing Hilang di Gunung Gai Kabupaten Sikka Meraih Piala Citra FFI 2025
Semenjak lahir sampai usai senja, Veronika Nona, satu-satunya orang yang tinggal di utara Gunung Gai. Ia merawat dan menjaga tanaman dari pencuri. Veronika baru meninggalkan Gunung Gai di usia tuanya. Dia pulang ke kampung tahun 2023.
Menggantikan peran Veronika adalah saudara laki-lakinya, Nong Titus. Ia terpaksa meninggalkan istrinya yang sakit untuk hidup sendirian di kebun.
Suatu ketika, kata Yosef, Nong Titus pulang menjenguk istrinya. Ketika kembal ke kebun, tiga ekor kambingnya hilang. Yosef menemani ayahnya berkeliling hutan mencari kambing yang hilang sambil berteriak Sie. Cara penduduk setempat memanggil kambing.
Dua kali,Yosef menemani ayahnya mencari tiga ekor kambing tak berhasil menemukan. Yosef menyerah, kembali ke pondok untuk istirahat. Sedangkan Nong Titus melanjutkan pencarian.
Baca juga:“Ria Rago” Film Kawin Paksa di Flores dan Niat Gubernur NTT Bangun Monumen Film di Ndona
“Saya capek pulang ke pondok. Bapa cari ketiga kali sendirian akhirnya temukan tiga ekor kambing. Bapa katakan kambing disembunyikan makluk gaib,” kisah Yosef tentang Sie memanggil kambing hilang.
Semula, Yosef hanya mau membuat dokumentasi atau arsip untuk keluarga yang sudah menjadi generasi tua. Kisah dari sang ayah, Mama Maria Yosefina, dan tanta Veronilka.
“Sebenarnya hanya mau buat untuk arsip keluarga. Cerita dari generasi tua. Cerita kambing hilang menginsipirasi saya membuat film dokumenter pendek,” kata Yosef.
Sebelum mendaftar di FFI 2025, film diproduser Elsyan Puka, meraih predikat Dokumenter Terbaik Festival Film Flobamora 2025. Kemudian Dokumenter Terbaik kategori Karyanagari di Kota Baru Haritage Film Festival Jogja 2025.
Baca juga:Bupati Sikka Ingatkan Makna Wini Ronan, Pesan Hidup Hemat Selalu Ada Persediaan di Hari Selanjutnya
Sie juga lolos seleksi dari 1.000 lebih fllm didaftar di ajang Yamagata International Documentary Film Festival untuk program New Asian Curents. Yamagata, salah satu festival film dokumnter tertua di dunia. Sie juga diputar di Jakarta Film Week tahun 2025. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





