BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian): Sukacita Orang yang Tidak Merebut, Tetapi Menerima
Sabtu, 10 Januari 2026. Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan. Surat Pertama Rasul Yohanes 5:14-21; Yohanes 3:22-30.
Oleh: Rd. Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, kita menjalani hidup sehari-hari dengan ritme yang padat dan target yang tidak pernah berakhir. Dalam situasi seperti ini, banyak hal kita anggap perlu agar rencana dan harapan kita tercapai.
Semua itu kerap kita bawa dalam doa. Namun tanpa disadari, doa bisa berubah menjadi daftar permintaan, bukan pertama-tama ungkapan syukur dan pujian kepada Allah. Karena itu, Sabda Tuhan menuntun kita untuk kembali memahami dan menghayati doa secara benar.
Rasul Yohanes meneguhkan iman kita dengan sebuah keyakinan tentang doa yang membebaskan. ”Kita berani menghadap Allah karena Ia mengabulkan doa kita bila kita meminta menurut kehendak-Nya.”
Doa bukanlah cara untuk menundukkan Allah agar mengikuti kemauan kita, melainkan ruang untuk menyelaraskan hati kita dengan kehendak Allah. Ketika kehendak Allah menjadi arah hidup, doa tidak lagi diukur dari seberapa cepat dikabulkan, tetapi dari seberapa dalam kita percaya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian) “Aku Mau”: Sabda yang Menyembuhkan Hidup
Paus Benediktus XVI pernah mengatakan bahwa doa tidak mengubah rencana Allah, tetapi mengubah hati manusia agar mampu menerima rencana itu. Dalam kepercayaan seperti inilah, kita sungguh memperoleh apa yang kita minta, yaitu kekuatan untuk berjalan bersama Tuhan.
Pengalaman iman ini menemukan wajah konkretnya dalam Injil Yohanes. Yohanes Pembaptis menunjukkan sikap yang jernih dan rendah hati. Ia berkata bahwa ”tidak seorang pun dapat mengambil sesuatu bagi dirinya jika tidak dikaruniakan dari surga. Ia tahu siapa dirinya dan siapa yang harus ditinggikan.
Aku bukan Mesias, aku diutus untuk mendahului-Nya.” Inilah kebebasan sejati. Yohanes tidak terjebak dalam persaingan, tidak gelisah kehilangan pengikut, dan tidak takut menjadi kecil. Ia bersukacita ketika Kristus semakin dikenal, karena hidupnya memang diarahkan untuk itu.
Yohanes tahu bahwa segala yang baik dalam hidup adalah karunia, bukan milik yang harus dipertahankan dengan ego.
Baca Juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian) Kasih yang Berani, Iman yang Menang atas Dunia
Sabda Tuhan hari ini memperbarui cara berdoa dan cara hidup kita. Berani menghadap Allah dengan iman yang percaya, serta berani mengecilkan diri agar Kristus semakin nyata melalui hidup kita.
Ketika doa kita selaras dengan kehendak Allah dan hidup kita diarahkan kepada Kristus, kita tidak kehilangan apa pun. Justru di sanalah kita menemukan sukacita yang tidak tergantung pada hasil, melainkan pada kehadiran Tuhan yang setia menyertai setiap langkah kita.
Petikan Butiran Sabda Tuhan hari ini:
”Doa yang benar tidak memaksa Allah mengikuti kehendak kita, tetapi membuat hati kita berani berjalan dalam kehendak-Nya, bahkan ketika kita berjalan dalam sulit .”
”Saat kita berani mengecil agar Kristus membesar, kita tidak kehilangan apa pun, justru menemukan sukacita yang tidak dapat diambil oleh dunia.”
Tuhan memberkati kita.





