Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus, Kopdit Obor Mas Harus Menjadi Obor Memberi Harapan

Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu memimpin perayaan misa syukur Natal dan Tahun Bersama Kopdit Obor Mas, Kamis 8 Januari 2026 di kantor pusat Jalan Kesehatan Nomor 4, Kota Maumere. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu memimpin perayaan misa syukur Natal dan Tahun baru bersama keluarga besar KSP Kopdit Obor Mas, Kamis 8 Desember 2025 di kantor pusat jalan Kesehatan Nomor 4 Kota Maumere, Pulau Flores.

Nasehat dan harapan disampaikan dalam kotbah, namun yang utama Mgr. Edwaldus mengingatkan kehadiran Kopdit Obor Mas harus sungguh menjadi obor yang menerangi banyak orang. Obor yang memberi harapan bukan beban, Obor yang membebaskan bukan menindas.

Perayaan syukur mengusung tema “Keluarga: Tempat Pertama Tuhan Menyapa,” Mgr. Edwaldus menjadi konselebran utama menitip tiga pesan penting kepada keluarga besar Kopdit Obor Mas.

Pertama, Natal mengajarkan bahwa kasih selalu mendahului dan memulihkan. Allah tidak menunggu manusia menjadi sempurna untuk mengasihinya. Kasih Allah hadir lebih dahulu memeluk manusia dalam kerapuhan, ketidakberdayaan.

Baca juga:SK Menko Perekonomian Pukul 21.41 Wita, Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar

Dari kasih inilah lahir keberanian untuk memulai kembali di tahun yang baru. Kasih memampukan kita bangkit dari kegagalan dan kekecewaan. Kasih memberi harapan ketika masa depan terasa gelap. Tanpa kasih, hidup kehilangan arah dan makna.

Dalama konteks KSP Kopdit Obor Mas, Mgr. Edwaldus mengingatkan bahwa setiap karya dan pelayanan harus berakar pada kasih.

“Kopdit bukan sekadar ruang transaksi, melainkan ruang perjumpaan dan solidaritas. Setiap anggota adalah pribadi yang bermartabat, bukan angka dalam laporan,” kata Mgr.Edwaldus.

Ia menegaskan, ketika kasih menjadi dasar, maka keputusan-keputusan ekonomi tidak akan melukai, tetapi menyembuhkan. Dengan kasih, kerja menjadi panggilan bukan sekegar kewajiban. Inilah semangat Natal yang perlu terus dihidupi sepanjang tahun.

Baca juga:Pengurus dan GM Kopdit Obor Mas Silaturahmi ke Uskup Maumere dan Bupati Sikka Undang Natal Bersama

Kedua, tahun baru mengundang kita mengalahkan logika dunia dengan iman. Dunia sering mengajarkan yang kuat bertahan dan yang lemah tersingkir. Dunia menilai keberhasilan dari keuntungan dan kekuasaan, tetapi iman mengajarkan jalan lain. Jalan keberanian dan kejujuran.

Iman, tidak mengajarkan praktek yang merugikan sesama. Iman mengajak kita memilih keadilan, meski tidak populer. Dengan iman kita berani setia pada nilai meski harus melawan arus.

Gerakan koperasi kredit lahir dari semangat iman. Credit union hadir sebagai tanda perlawanan terhadap sistim yang tidak adil. Credit union dibangun atas kepercayaan, kebersamaan dan tanggungjawab bersama.

Tahun 2026 selalu ada, namun iman memberi kekuatan untuk bertahan dan bertumbuh. Dengan iman, Kopdit menjadi sarana pemberdayaan bukan penindasan. Inilah cara iman mengalahkan dunia. Dunia ditaklukan bukan dengan kekerasan, tetapi dengan solidaritas.

Baca juga:Pesan Romanus Woga; KUR Rp 200 Miliar, Semua Tergantung Anggota, Utamakan Pelayanan

Ketiga, Natal dan tahun baru menuntut tindakan nyata hari ini. Yesus berkata, “Pada hari ini genaplah Nas ini.” Keselamatan tidak ditunda, tetapi dihadirkan sekarang. Setiap langkah kecil, kebaikan adalah wujud karya Allah. Setiap keputusan yang adil adalah perpanjangan tangan kasih Kristus.

Tahun baru bukan sekedar lembaran kosong, tetapi kesempatan memperbaharui komitmen. Hidup beriman berarti berani bertindak demi sesama. Kasih menjadi nyata ketika diwujudkan,

Natal dan Tahun baru 2026 mengajak kita melangkah dengan hati yang diperbaharui. Mari kita menjadikan kasih Allah sebagai sumber, iman sebagai kekuatan dan tindakan nyata sebagai kesaksikan.

Natal dan Tahun Baru Bukan Rutinitas 

Baca juga:Penghargaan Ketiga Kopdit Obor Mas,”Dari Lilin Kecil di Pelosok, Kami Terus Bersinar”

Mgr. Edwaldus mengingatkan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bersama bukan sekadar rutinitas biasa melainkan momen refleksi penuh sukacita akan berkat Kelahiran Yesus dan rahmat tahun yang baru.

Dalam cinta penuh pengampunan, KSP Kopdit Obor Mas lahir dan hadir sebagai cita-cita mulia untuk menghadirkan perubahan ekonomi dalam masyarakat lokal yang terbelenggu dalam ketidakadilan, kemiskinanan dan kekerasan.

Natal selalu datang sebagai peristiwa sunyi, tapi penuh daya. Di palungan yang sederhana, Allah memilih hadir bukan dengan kemegahan melainkan dengan kelembutan kasih yang menyapa manusia apa adanya.

Tahun baru 2026 kita masuki dengan harapan baru, tetapi juga dengan beban realitas, ketidakpastian ekonomi, kecemasan hidup dan bukan tidak mungkin luka sosial yang belum sembuh.

Dalam terang pesan KWI dan PGI, kita diingatkan bahwa kasih Allah tidak pernah menjauh dari situasi konkrit manusia, justru di tengah kerapuhan itu, Allah bekerja.

Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bekali Manajer Texas 10 Keahlian

Natal dan tahun baru mengajarkan kepada kita membaca ulang hidup dengan mata iman. Kita menghasihi karena Allah lebih dahulu menghasihi kita. Kasih bukan prestasi melainkan anugerah. Kita diminta menciptakan kasih bukan dari kekosongan, tetapi membagikan apa yang lebih dahulu kita terima. Ketika kasih sungguh dihayati, iman menjadi kekuatan yang menggerakan langkah, bukan sekedar kata yang ducapkan.

Karena itu Rasul Yohanes berkata iman yang lahir dari Allah mampu mengalahkan dunia. Dunia degan segala ketakutan, keserakahan dan ketidakadilan, tidak lagi berkuasa atas orang yang hidup dalam kuasa kasih.

Perayaan syukur berlangsung sederhana dihadiri Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, Ketua Pengurus, Markus Menando, dan anggota pengurus, pengawas, General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus De Fransu, tokoh Kopdit nasional, Romanus Woga, dan ratusan karyawan dan mitra Kopdit Obor Mas.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan