Tahun Ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Adu Argumen Tambahkan KSP

General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering (kanan), Ketua dan anggota pengurus, Markus Menando (tengah), dan Aleks Bertholomeus (kiri) pada pembukaan Bimtek RAPB di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Senin 19 Desember 2026. (dok.Kopdit Obor Mas).

MAUMERE,dewadet.com-Pasal 4 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akhirnya berubah.

Pada Bab II bagian kedua tentang syarat penyalur KUR. Pasal 4 (1) menyatakan Penyalur KUR terdiri atas Lembaga Keuangan dan Koperasi Simpan Pinjam. Ayat (2), persyaratan penyalur KUR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagai berikut yakni, a. Sehat dan berkinerja baik. b. Melakukan kerjasama dengan perusahaan penjamin penyaluran KUR, dan c. Memiliki online system data KUR dengan Sistim Informasi Kredit Program (SIKP).

Penyalur KUR adalah bank, baik bank BUMN maupun bank swasta. Selain lembaga keuangan koperasi juga boleh menjadi penyalur KUR.

Manajamen dan pengurus tak lagi menyurati Kemenkop UKM pasca tatap muka General Manajer (GM) Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering dengan Menko Bidang Perekonomian, Dr. Darmin Nasution sekitar bulan Desember 2016.

Baca juga:Tahun Ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Pesan Menko Bidang Perekonomian, Ingat NPL

Pertemuan itu meninggalkan pekerjaan rumah sangat mendesak bagi pengurus dan manajemen Kopdit Obor Mas. Mereka harus menambahkan nama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di depan nama Kopdit Obor Mas.

Yanto, sapaan GM Kopdit Obor Mas sudah menyampaikan komitmen kepada Menko Perekonomian akan menambahkan nama KSP di depan nama Kopdit Obor Mas. Alhasil, sekembalinya dari Jakarta, pengurus dan manajemen harus gerak cepat melakukan amandemen.

Yanto menyadari menambahkan nama KSP bukan kerja gampang. Forumnya harus melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang telah lewat. Maka diperlukan ada mekanisme lain di luar RAT yang ditempuh untuk menghasilkan kesepakatan.

“Saya undang pengurus, seksi, pimpinan rapat mengajak mereka supaya berbuat sesuatu. Ini (KUR) untuk kebutuhan anggota. Bukan untuk kepentingan saya. Untuk mengubah membutuhkan kesepakatan semua anggota untuk mengamandemen nama Kopdit Obor Mas,” kata Yanto.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, ‘Jurus’ GM Obor Mas Meluluhkan Menko Perekonomian

Tidak mudah memang menambahkan nama KSP. Semua yang hadir dengan pikirannya masing-masing. Ada yang mengusulkan KSP CU Kopdit Obor Mas. Ada yang mau KSP Kopdit Obor Mas.

“Saya usulkan pakai nama KSP Kopdit Obor Mas. Ada yang bilang harus pakai CU”, ujar Yanto seperti termuat dalam Buku Terus Menjadi Cahaya, 50 Tahun KSP Kopdit Obor Mas.

“Perdebatan panjang. Okelah soal nama saya ikuti pengurus juga baik. Tapi saya ingatkan CU itu masa lalu. Sekarang sudah dikenal dan lebih ‘familiar’ nama Kopdit Obor Mas,” katanya.

Perdebatanya alot. Beragam argumen disampaikan. Nama CU memang terkenal, tapi itu di masa lalu. Saat sekarang dikenal Kopdit. Bukan CU. Karena itu kita pakai saja nama Kopdit Obor Mas. Memang menambahkan nama KSP (koperasi simpan pinjam) terasa kurang sedap diucapkan. Akhirnya disepakati Kopdit adalah sebuah nama bukan sebuah singkatan.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Proposal Nyaris Ditolak Kemenkop

Seperti PT Bank BRI. Demikian Kopdit bukan sebuah singkatan, tapi sebuah nama, sehingga KSP Kopdit Obor Mas adalah sebuah nama.

“Kita hanya ribut soal nama. Padahal yang penting melakukan amandemen. Karena ketentuan amandemen harus diketahui oleh semua anggota. Jika anggota tidak tahu ini akan merepotkan,” ujar Yanto.

Forum lain di luar RAT harus diadakan menyetujui dilaksanakan amandemen. Terdapat kalimat di dalam keputusan RAT yang menugaskan kepada pengurus untuk mengamandemen nama Kopdit Obor Mas menjadi KSP Kopdit Obor Mas. Keputusan itu harus tercantum di dalam buku putusan RAT.

Tercapainya kesepakatan  mengamandemen KSP pada nama Kopdit Obor Mas memberi pelajaran yang sangat berharga kepada Yanto.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, Buah Kerja Keras Empat Tahun Menata Diri

“Kadang saya berpikir menggolkan pikiran kita untuk diterima semua orang butuh perjuangan,” pungkas Yanto. (bersambung).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan