MAUMERE,dewadet.com-Pembebasan uang sekolah selama dua bulan kepada 70 calon peserta didik baru yang mendaftar pertama pada tahun ajaran 2026/2027 dilakukan pengelola SMPK Santo Yohanes Nele di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya membebeskan biaya sekolah, lembaga ini menyediakan beasiswa, orang tua asuh bagi peserta didik kurang mampu dan asuransi kecelakaan.

Terobosan ini menurut Kepala SMPK Santo Yohanes Nele, Hermenegildus Andreas untuk menarik minat calon peserta didik baru melanjutkan  sekolah yang selama ini terus mengalami penurunan.

“Tahun ajaran 2025/2026 hanya menampung 36 peserta didik, menurun drastis dari tahun ajaran sebelumnya. Padahal sekolah ini pernah mencatat lebih dari 100 murid,” kata Andreas, Kamis 7 Mei 2026.

Baca juga:SM, Tersangka Kredit Fiktif BRI Tergiur Janji Kontraktor IKK Nelle, Uang Rp 1 Miliar Tak Dicicil

“Minat tamatan sekolah dasar di Nele untuk lanjut ke sekolah ini mulai menurun. Karena itu kami harus mengupayakan banyak strategi agar sekolah kami menjadi pilihan bagi anak-anak di Nele,” katanya lagi.

Menurut Andreas, menurunnya minat peserta didik pada beberapa tahun terakhir ini karena hadirnya sekolah negeri di wilayah itu.  Peserta didik dari delapan sekolah dasar yang menjadi pendukung utama, memilih melanjutkan studi ke sekolah negeri.

Selama ini, kata dia, tamatan SD Nele 1, SD Nele 2, SDI Kode, SDK Delang, SDK Baluele, SDK Keduwair, SDK Halat, dan SDK Tomu, selalu melanjutkan sekolah ke SMPK Yohanes Nele.

Dikatakannya, pembebasan uang sekolah dua bulan bagi 70 pendaftar pertama, didukung Yunus Noce Fernandez, seorang alumni SMPK Santo Yohanes Nele yang kini menjabat anggota DPRD Sikka, selain dari Yayasan Pendidikan Thomas, lembaga yang menaungi SMPK Santo Yohanes Nele.

Baca juga:Jasad Pria Membusuk Ditemukan di Watuleman, Kecamatan Nelle

“Pa Noce kasih kuota 20 pendaftar, lalu Yayasan menambahkan lagi 50 kuota. Terima kasih untuk perhatian kepada kami dan masa depan anak-anak,” ujar Andreas.

Selain memberi kuota 20 pendaftar pertama, kata Andreas, Noce Fernandez juga akan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi. Bentuk beasiswa berupa pembebasan uang sekolah dari dua bulan hingga enam bulan.

Sekolah ini juga, kata Andreas menawarkan beasiswa bagi siswa berprestasi, orang tua asuh bagi siswa kurang mampu, termasuk menanggung asuransi kecelakaan bagi 100 peserta didik.

Beasiswa, orang tua asuh, dan asuransi kecelakaan, merupakan program Yayasan Pendidikan Thomas kepada semua sekolah asuhan, termasuk SMPK Santo Yohanes Nele. Dia terus berkoordinasi dengan Pengurus Yapenthom agar mendapatkan kuota ideal demi masa depan anak-anak yang bersekolah di SMPK Santo Yohanes Nele

Baca juga:Lima Terdakwa Korupsi Air Bersih IKK Nelle Disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang

Ketua Yayasan Pendidikan Thomas, CT Ricky Mane Pareira mengapresiasi terobosan SMPK Santo Yohanes Nele. Ia  juga mengapresiasi Noce Fernandez kepada almamaternya.

“Kami terus berupaya agar ada peningkatan jumlah murid di sekolah ini,” ujar dia. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan