MAUMERE,dewadet.com-Tiga orang oknum umat diduga menyerang dan memukuli Pastor Rekan Paroki St.Petrus Kloangpopot, Rd.FPA, Rabu 22 April 2026 usai perayaan misa pemakaman umat setempat yang meninggal. Rd. FPA ditugaskan oleh pastor paroki memimpin perayaan misa pemakaman tersebut.

Penyerangan itu dilakukan secara mendadak ketika Rd.FPA mengendarai sepeda motor pulang dari lokasi perayaan, mengakibatkan memar di bagian tengkuk.

Sekretaris Uskup Maumere. Rd.Doni Migo, dihubungi Jumat malam 24 April 2026 menjelaskan dua orang pelaku menyerang dari arah depan, dan seorang pelaku dari belakang.

“Romo tidak tahu dipukul pakai apa, dia merasakan sangat sakit, sehingga kemarin atas permintaan polisi, kami bawa divisum di RSUD Maumere. Hasil pemeriksaan ditemukan memar di tengkuk,” kata Rd.Doni.

Baca juga:Pastor Rekan Paroki St Petrus Kloangpopot Dianiaya Umat

Kondisi Rd.FPA saat ini, diakui Rd.Doni tampak sehat dan masih istirahat di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere. Tapi mungkin secara psikologis, Rd FPA mengalami tekanan akibat penganiayaan oleh para pelaku.

Kepulangan Rd.FPA dari Paroki Kloangpopot ke Keuskupan Maumere juga diantar oleh umat yang lain. Dia bukan pulang sendirian dari Kloangpopot,

Rd.Doni membeberkan ihwal suasana di rumah duka sebelum perayaan misa, selama perayaan sampai kegiatan pemakaman.

“Sebelum diadakan perayaan misa didahului dengan katakese dengan umat yang hadir dalam perayaan,” kata Rd.Doni.

Baca juga:Oknum Polairud Sikka Aniaya Warga Pakai Popor Senpi, Divonis Perbuatan Tercela sampai Pemecatan

Begitu pula, dalam perayaan misa yang biasanya selalu tertib sempat muncul ulah dari orang-orang tertentu yang terkesan kurang menghargai perayaan.

Kejadiannya berulang lagi ketika pastor memimpin upacara pemakaman jenazah yang dilaksanakan di halaman rumah, muncul lagi hal-hal yang kurang tertib.

“Kesanya kan seperti romo tidak dihargai, sehingga dia pulang ke paroki mengendarai sepeda motor. Dia sudah buka dan simpan stola, tapi masih pakai jubah. Ketika sudah jalan itulah muncul dua orang menyerang dari depan dan seorang dari arah belakang pukul di tengkuk romo,” kata Rd.Doni.

Kasus penganiayaan ini dilaporkan oleh tim kuasa hukum Keuskupan Maumere ke Polres Sikka. Saat ini para pelaku diperiksa penyidik Polres Sikka.

Baca juga:Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penganiayaan Prada Lucky Diadili Peradilan Sipil

Meski pastor rekan mengalami penganiayaan oleh umat, Uskup Maumere, Mgr, Ewaldus Martinus Sedu, memutuskan kepada pastor memberi pelayanan kepada umat di sana.

Diberitakan sebelumnya, seorang Pastor Rekan di Paroki St.Petrus Kloangpopot,Keuskupan Maumere, Rd. FPA diduga dianiaya oleh YA, umat paroki setempat pada Rabu, 22 April 2026. Kasus ini sedang diselidiki Polres Sikka setelah dilaporkan ke Polres Sikka, Kamis 23 April 2026.

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, membenarkan kejadian ini merespon pertanyaan wartawan dalam pesan pendek di  WAG wartawan.

Leonardus menerangkan dugaan penganiayaan terjadi hari Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 17.00 Wita di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.*

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan