Bantuan Gempa Didistribusi Serentak ke-21 Kecamatan di Sikka Dikawal Kepala OPD
MAUMERE,dewadet.com-Gerak cepat penanganan dampak gempa Flores kepada masyarakat Kabupaten Sikka, Senin 17 Agustus 2026 mengerahkan semua kepala organisasi pemerintahan daerah (OPD).
Penugasan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha M. Da Maga Bapa, S.T., M.Eng.
Saat ini bupati bersama Forkompimda Sikka masih bertahan di Pulau mendistribusikan bantuan dan menyaksikan langsung warga terdampak gempa. Rombongan berankat hari Sabtu sore bermalam di sana bersama warga.
Setiap kepala dinas dan badan bertanggung jawab melakukan pengiriman bantuan ke kecamatan. Pola ini dilakukan untuk mempercepat distribusi, memastikan bantuan tiba di wilayah sasaran dan memudahkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan.
Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia
“Hari ini kami tugaskan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk bertanggung jawab langsung terhadap kirim bantuan,” kata Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha M. Da Maga Bapa.
Femmy Bapa, sapaan Margaretha Da Maga Bapa, merinci semua kepala perangkat daerah mendroping bantuan tersebut. Kecamatan Alok oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia; Kecamatan Alok Barat oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah.
Kecamatan Alok Timur oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kecamatan Kewapante oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Kecamatan Kangae ditangani Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kecamatan Nita oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kecamatan Magepanda oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran.
Baca juga:Bupati Sikka dan Forkompimda Bermalam di Palue: Warga Tidak Sendirian
Kecamatan Paga oleh Kepala Dinas Perdagangan; Kecamatan Mego oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga; Kecamatan Lela oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; Kecamatan Bola oleh Kepala Dinas Pertanian; Kecamatan Doreng oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Kecamatan Mapitara oleh Kepala Dinas Kesehatan; Kecamatan Talibura oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Kecamatan Waigete oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Kecamatan Waiblama oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Kecamatan Hewokloang oleh Kepala Dinas Perhubungan. Kecamatan Koting oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kecamatan Tanawawo oleh Kepala Dinas Sosial. Kecamatan Palue oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Kecamatan Nelle oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Baca juga:Turis Perancis Tunda Wisata ke Flores, Puluhan Sopir Travel Terdampak
Femmy menegaskan pendropingan bantuan dikawal para kepala OPD merupakan wujud kehadiran pemerintah ke tengah masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana gempa bumi.
Selain memastikan bantuan sampai ke wilayah tujuan, para kepala perangkat daerah juga diharapkan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta memastikan proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri dalam menghadapi situasi darurat,” kata Femmy.
Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Baca juga:Desa Nitunglea di Palue Terisolir, Jalan Tertutup Longsor, Tanpa Listrik dan Internet
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitas umum rusak.*





