Turis Perancis Tunda Wisata ke Flores, Puluhan Sopir Travel Terdampak
MAUMERE,dewadet.com-Dua keluarga wisatawan asal Perancis menunda rencana perjalanan wisata ke Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dampak gempa bumi Flores, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Gempa bermagnitudo 7,7 dilaporkan telah menewaskan 50 lebih orang dan merusak ratusan fasilitas umum dan rumah warga.
‘Tour guide’ merangkap pengemudi modil travel, Petrus Kanisius, Senin 17 Agustus 2026, mengatakan wisatawan asal Perancis semula menjadwalkan tiba di Maumere, Selasa 18 Agusrus 2026.
Tapi setelah mengetahui pemberitaan gempa besar yang melanda Flores, mereka menguhubungi menunda perjalanan tersebut. Perjalanan wisata akan dijadwal ulang, bila keadaan telah normal.
Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia
Dikatakannya, semula perjalanan wisata ini akan berlangsung tanggal 18-31 Agustus 2026 dari Maumere sampai Labuan Bajo, namun bencana alam ini menunda kunjungan mereka.
“Rencananya, besok saya akan jemput mereka. Perjalanan mulai dari Maumere mengunjungi Pangabatang, Gunung Egon, selanjutnya ke Pantai Koka. Ke Moni, Kelimutu di Ende. Selanjutnya ke Riung selama tiga hari, kemudian ke Labuajn Bajo,” kata Petrus.
Jasa pengantaran wisatawan ini, kata Petrus Kanisius atas rekomendasi dari mitra agen-agen perjalanan selain juga komunikasi yang dijalin melalui website petruskanisius.com.
“Selama ini dalam bulan-bulan kunjungan wisatawan, saya biasanya melayani perjalanan wisatawan selama tujuh hari sampai belasan hari. Saya kembali ke aktivitas semula jualan kue-kue,” ujarnya.
Baca juga:Gempa Susulan Diprediksi Meluruh dalam Dua sampai Tiga Minggu
Wisatawan asal Perancis diakui Petrus menyampaikan prihatin atas jatuhnya korban gempa dan penderitaan yang dialami warga di Flores. Dia menanyakan keadaan Petrus, rumahnya dan warga di Flores.
“Dia tanya tentang rumah saya. Saya sampaikan rumah saya hanya gubuk dibuat dari bahan-bahan lokal, tidak rusak. Sedangkan rumah-rumah tetangga dari tembok ada yang roboh,” kisah Petrus.
Dia (wisatawan) melanjutkan lagi berkata,”syukur Petrus selamat. Dia bilang rumah sederhana itu yang tepat. Hidup tidak terancam. Kita nyaman,” Petrus menirukan dialognya dengan wisatawan Perancis.
Tak hanya dirinya yang mengalami penundaan perjalanan wisatawan, kata Petrus, belasan rekanya sesama pengemudi di Maumere yang selama ini menyediakan jasa tumpangan wisatawan juga terdampak.
Baca juga:Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 38 Orang
Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitss umum rusak.*





