Desa Nitunglea di Palue Terisolir, Jalan Tertutup Longsor, Tanpa Listrik dan Internet

Jalan longsor menuju Desa Nitunglea di Kecamatan Palue, Minggu sore, 16 Agustus 2026 terdampak gempa bumi, Sabtu 15 Agustus 2026. (istimewa) *

MAUMERE,dewadet.com- Pasca gempa bumi mengguncang Pulau Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita,  warga Desa Nituglea di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) teriosilasi total dengan wilayah sekitarnya. Jalan menuju desa itu tertimbung longsor batu-batu besar dan pohon yang tumbang menutup jalan.

Warga desa itu terputus komunikasi dengan dunia luar. Listrik padam, air minum bersih apalagi internet sama sekali terakases dengan warga setempat.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, anggota DPRD Sikka, Yosef Karmianto Eri, dan Camat Palue, Rudolfus Riba, Minggu sore, 16 Agustus 2026, jalan kaki berkilo-kilometer, mendaki bukit melewati onggokan batu-batu besar dan pepohonan yang jatuh menutup total ruas jalan ke wilayah tersebut.

“Hari Minggu sore, saya bersama Pak Camat Palue, dan Pak  Manto kami ke Nitunglea. Kondisinya sangat terisolir. Ini menjadi perhatian kami pemerintah kabupaten dan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” kata JPYK akronim Juventus Prima Yoris Kago.

Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia

Pada hari Minggu kemarin, Bupati Sikka bersama Kasdim Sikka, Wakapollres Sikka, Danlanal Maumere mengunjungi warga Kecamatan Palue dan membawa bantuan.

Kecamatan Palue berada di satu Pulau (Palue) menjadi wilayah paling terisolir pasca gempa mengguncang Pulau Flores.

Camat Palue, Rudolfus Riba mengatakan satu orang warganya, Yustina Sugo meninggal dunia dan tujuh orang asal Ladolaka, Maluriwu dan Reruwairere mengalami luka berat.

Selain itu 141 unit rumah rusak berat tersebar di Desa Nitung, Rokirole, Ladolaka, Lidi, Maluriwu dan Reruwairere. Listrik PLN di Kecamatan Palue padam total sehingga internet tidak bisa dioperasi menghambat penyampaian laporan.

Baca juga:Gempa Susulan Diprediksi Meluruh dalam Dua sampai Tiga Minggu

Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA  berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang mengalami luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitss umum rusak. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan