Patahan Tanah Dampak Gempa, Mata Air Wairpuan Turun 15 Persen

Petugas Perumda Wairpuan, Kabupaten Sikka memperbaiki pipa transmisi utama yang terlepas setelah Gempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026. (dok.perumda wairpuan)

MAUMERE, dewadet.com– Suplai air minim dari sumber air Waripuan di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur turun sekitar 10-15 persen akibat rekahan atau patahan tanah dampak Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada hari Sabtu, 15 Agustus 2025 pukul 05.58 WITA.

“Suplai air yang masuk ke ipa 1 di Kampung Guru, Kecamatan Nita turun sekitar 10-15 persen. Semula 8 liter perdetik saat inii kisaran 6-7 liter perdetik,” kata Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka, Senin 31 Agustus 2026 di Maumere.

Dampak selanjutnya, kata Frans Laka, suplai air kepada pelanggan mengalami penurunan. Sedangkan sumber air Nirangkliung juga di Kecamatan Nita tidak terdampak gempa.

Sementara itu sediktinya 30-an titik pipa transmisi utama  Perumda Waipun bergeser dan juga lepas dari sambungan dampak Gempa Flores mangnitutodo 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.

Baca juga: Puluhan Titik Pipa Transmisi Perumda Wairpuan Geser dan Putus Terdampak Gempa Flores

Kerusakan yang paling parah terjadi pada jaringan pipa dari mata air Nirangkliung sampai Kampung Guru, dan dari sumber Wairpuan menuju Nita sampai Koting.

Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka,menjelaskan kerusakan tersebut telah mulai ditangani sejak hari Senin, 17 Agustus 2026 dan masih berlangsung sampai saat ini.

Kerusakan pipa transmisi utama juga terjadi pada jaringan pipa dari Nangalimang sampai Waioti di Kota Maumere.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan