Empat Penerbangan di Bandara Frans Seda Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Bandara Frans Seda Maumere ditutup operasionalnya Rabu pagi 18 Juni 2025. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Bandar Udara (Bandara) Frans Seda di Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditutup pada Kamis-Jumat, 23-24 April 2026 dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Empat penerbangan dengan 122 penumpang ditunda keberangkatanya.

“Bandara Frans Seda ditutup sampai dengan Jumat, 24 April 2026 pukul 06.00 WITA sesuai dengan NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN,” kata   Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, Kamis, 23 April 2026.

Calon penumpang yang terdampak karena penutupan operasional Bandara tersebut sebanyak 122 orang.  Penerbangan yang terdampak IW1941 dengan tujuan Maumere-Kupang, IW1940 tujuan Kupang-Maumere, IW1829 Kupang-Maumere dan IW1828  Maumere-Kupang tanggal 24 April 2026.

Penutupan operasional Bandara ini merujuk data KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Lewotobi Laki-laki, menyatakan telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tanggal 23 April 2026 pukul 07:21 Wita membentuk tinggi kolom abu teramati  sekitar 1.800 meter di atas puncak atau sekitar 3.384 meter di atas permukaan laut.

Baca juga:Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Delapan Kali

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi sekitar 1 menit 43 detik.

Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan diarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki .

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

Mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

Baca juga:Gunung Lewotobi Laki-laki ‘Batuk’ Lagi, Muntahkan Abu Setinggi 1.500 Meter

Memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.

Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan