Besok Gubernur Jawa Barat Jumpai LC Eltras Pub dan Karaoke di TRuK-F

Para korban dugaan TPPO Eltras Pub dan Karaoke didampingi Jaringan HAM Sikka menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD Sikka, 9 Februari 2026 di Maumere, Pulau Flores, Provinsi NTT. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Bila tidak ada aral, besok Senin 23 Februari 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan menjumpai 13 orang eks ladies club (LC) Eltras Pub dan Karaoke di selter TRuk-F, Kota Maumere, Pulau Flores.

Informasi kedatangan, KDM akronim Kang Dedi Mulyadi diperoleh wartawan dari Jaringan HAM Sikka menyebutkan pertemuan KDM akan melakukan pertemuan dengan ke-13 orang LC bersama dengan TRuK-F yang di dalamnya terdapat para aktivis dari Jaringan HAM Sikka, beranggotaka JPIC SVD dan Chandraditya.

Pater Vande Raring, SVD dari JPIC SVD mengatakan Gubernur Jabar akan menemui 13 LC yang berasal dari beberapa kabupaten di Provinsi Jabar. Namun kedatangannya itu bukan membawa pulang mereka kembali ke kampung asalnya.

Pekan lalu, KDM terlibat komunikasi melalui video call dengan Koordinator TRuK-F, Suster Ika membicarakan berbagai hal mengenai 13 LC asal Jabar yang menjadi korban TPPO. KDM memberi dukungan moril dan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang sudah dilakukukan TRuK-F membantu ke-13 korban ini.

Baca  juga:Penyidik Akan Umumkan Tersangka TPPO Eltras Pub dan Karaoke Maumere

Sebelumnya Jaringan Hak Asasi Manusia (HAM) Kabupaten Sikka membeberkan dugaan eksploitasi fisik dan seksual yang mendera 13 orang pekerja Eltras Pub dan Karaoke dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sikka, Selasa 9 Februari 2026 di ruang sidang utama.

Staf Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IFTK Ledalero, Randi Laja membacakan rilis Jaringan HAM Sikka menyebut manajemen pub memberlakukan sejumlah denda kepada para pekerja. Jika menolak melayani kebutuhan seksual tamu dikenakan denda Rp 2,5 juta, denda adu mulut Rp 2,5 juta, denda berkelahi dan merusakkan fasilitas pub Rp 5 juta dan denda masuk kamar teman Rp 100 ribu.

Jika hendak membeli sesuatu seperti air mineral, pekerja pub harus membayar karyawan pub Rp 50 ribu. Untuk urusan pelesir harus membayar Rp 200 ribu dan untuk ulang tahun rekan kerja mereka harus merogoh gocek Rp 170 ribu.

Ke-13 pekerja pub berasal dari Bandung, Cianjur, Karawang, Provinsi Jawa Barat berusia 17-26. Namun ada juga yang mulai bekerja sejak berusia 15 tahun.

Baca juga:Pokja MPM Minta Gubernur Jabar Jangan Buru-Buru Pulangkan Eks Karyawan Eltras Pub

Perekrutan mereka dilakukan melalui teman yang telah terdahulu kerja di Kota Maumere dalam rentang waktu , dalam rentan waktu yang berbeda-beda antara 2023-2025.

Sejak awal perekrutan, para pekerja diduga telah dikondisikan untuk masuk ke dalam jebakan dokumen. Mereka dipaksa membuat surat persetujuan orang tua yang ditulis tangan, namun isinya didikte sepenuhnya oleh Rio Lameng dan Andi Wonasoba. Seorang anak dipalsukan dokumen kelahirannya karena pada saat perekrutan dia baru berusia 15 tahun.

Pada saat direkrut mereka dijanjikan upah Rp 8 juta, mess gratis, mendapat pakaian dan fasilitas kecantikan gratis. Kenyataan yang mereka alami masih jauh panggang dari api. Mereka mengalami kekerasan fisik dan mental dari pengelola Pub Eltras seperti dipaksa kerja waktu sakit, dijambaki, diludahi, ditampar, diseret dan dicekik.

Ketegangan mencapai puncaknya pada 20 Januari 2026. Pesan singkat WhatsApp kepada Suster Ika, SSpS, para pekerja mengungkapkkan kondisi batin yang hancur. Mereka mengaku berada dalam tekanan hebat (stres) karena kekerasan yang terus-menerus dan rasa ketakutan untuk keluar dari lingkungan pub.

Baca juga:Bukti Kubur Janin LC Pub Eltras Dipegang Jaringan HAM Sikka

“Mereka memohon agar Suster Ika, SSpS melaporkan hal ini ke Polres agar mereka segera dijemput dan diselamatkan,” demikian Randi Laja.

RDP diipimpin Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi dengan Jaringan HAM Sikka dihadiri Koordinator TRuK-F, Suster Ika, para mahasiswa BEM IFTK, Rektor IFTK, Prof.Dr.Oto Gusti, JPIC SVD, Pater Vanden Raring, Puslit Chandraditya, Pater Huber Thomas, mantan Bupati Sikka, Aleks Longginus, para suster, dan lima karyawa pub. Saat ini para karyawan pub ditampung di Selter TRuK-F.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan