Selasa, 12 Mei 2025.  Hari Biasa Pekan VI Paskah. Kisah Para Rasul 16:22-34; Yohanes 16:5-11

Oleh: RD. Fidelis Dua

SAUDARA-saudari terkasih, Santo Agustinus pernah berkata, “Harapan mempunyai dua anak yang indah: kemarahan terhadap keadaan dan keberanian untuk mengubahnya.”

Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada saat ketika manusia merasa diperlakukan tidak adil, difitnah, ditolak, atau seakan dibiarkan sendirian dalam penderitaan.

Banyak orang hari ini hidup dalam “penjara” mereka masing-masing: penjara ketakutan, luka batin, dosa, konflik keluarga, tekanan ekonomi, kecemasan akan masa depan, atau rasa putus asa yang diam-diam menggerogoti hati.  Dalam keadaan seperti itu, orang mudah kehilangan harapan, menjadi marah, pahit, atau menyerah.

Namun, Sabda Tuhan hari ini menunjukkan bahwa Allah sanggup menghadirkan terang bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun. Ketika manusia tetap percaya dan bersandar pada Tuhan, penderitaan tidak menjadi akhir, melainkan jalan lahirnya keselamatan dan pengharapan baru.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Melahirkan Kasih

Paulus dan Silas mengalami perlakuan yang sangat tidak adil. Mereka dipukuli, dipermalukan di depan umum, lalu dimasukkan ke dalam penjara dengan kaki terpasung.

Namun yang menggetarkan adalah di tengah malam, mereka justru berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Mereka tidak membiarkan penderitaan mengubah hati mereka menjadi penuh kebencian. Lalu terjadilah gempa bumi yang mengguncang penjara dan membuka semua pintu.

Tetapi Paulus dan Silas tidak melarikan diri. Sikap mereka justru menyelamatkan kepala penjara itu dan membawa seluruh keluarganya kepada iman dan baptisan.

Di sini tampak bahwa kesetiaan kepada Tuhan dapat mengubah tragedi menjadi keselamatan. Banyak orang di sekitar kita mudah membalas kebencian dengan kebencian, atau memilih menyerah ketika hidup terasa berat.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dalam Kasih Kristus, Hidup Menemukan Arah

Paulus dan Silas menunjukkan jalan yang berbeda: tetap percaya, tetap berdoa, dan tetap menjaga hati. Ketika seseorang tetap setia kepada Tuhan di tengah penderitaan, hidupnya dapat menjadi sumber pengharapan bagi orang lain.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang Roh Kudus yang akan datang untuk menyadarkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. Roh Kudus bekerja bukan untuk menghukum manusia, melainkan untuk membuka mata hati manusia agar kembali kepada kebenaran.

Kadang manusia begitu terbiasa dengan dosa sehingga tidak lagi merasa bersalah: kebohongan dianggap biasa, ketidakjujuran dianggap pintar, kebencian dianggap wajar, dan keserakahan dianggap keberhasilan.

Karena itu, manusia membutuhkan Roh Kudus agar hati nurani tidak menjadi tumpul. Roh Kudus menolong kita melihat mana yang benar dan mana yang salah menurut kehendak Allah, bukan menurut selera dunia.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bukan Menjadi Tuan, Melainkan Hamba

Contohnya: ketika seseorang memilih jujur meskipun harus rugi, tetap mengampuni meskipun terluka, menolak kejahatan meskipun ada kesempatan, atau tetap setia pada keluarga walaupun banyak godaan datang, di situlah Roh Kudus sedang bekerja. Roh Kudus tidak selalu berbicara lewat hal-hal luar biasa; sering kali Ia hadir melalui suara hati yang lembut tetapi menuntun manusia kepada kebaikan dan kebenaran.

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak membiarkan hati dikalahkan oleh kegelapan dan beban hidup. Dunia mungkin penuh ketidakadilan, kebohongan, dan penderitaan, tetapi orang beriman dipanggil untuk tetap menjadi pembawa terang.

Jangan biarkan kesulitan membuat kita berhenti berdoa. Jangan biarkan penderitaan membuat kita kehilangan kasih. Jangan biarkan tekanan hidup membuat kita meninggalkan kebenaran.

Belajarlah dari Paulus dan Silas yang tetap bernyanyi di dalam penjara, dan bukalah hati bagi Roh Kudus yang terus menuntun kita kepada kebenaran sejati. Sebab Tuhan mampu menghadirkan percikan harapan di tengah keputusasaan, damai di tengah kegelisahan, dan keselamatan di tengah tragedi hidup manusia.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dipilih Kristus untuk Berbuah

Ketika kita tetap setia kepada Allah, bahkan rantai penderitaan pun dapat terlepas menjadi sumber damai dan keselamatan bagi banyak orang.

Petikan BUSA-H untuk kita:

”Orang yang tetap berdoa di tengah penderitaan sedang menunjukkan bahwa harapannya tidak dipenjarakan oleh keadaan.”

”Roh Kudus sering berbicara bukan lewat suara yang menggelegar, melainkan lewat hati nurani yang lembut namun berani memilih kebenaran.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Tengah Gaduh Dunia,Tinggallah dalam Kasih

”Ketika manusia tetap setia kepada Allah di tengah luka dan ketidakadilan, Tuhan mampu mengubah rantai penderitaan menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan