Jumat, 1 Agustus 2025. Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja.  Hari Jumat Pertama Devosi kepada Hati Kudus Yesus.

Kitab Imamat 23:1.4-11.15-16.27.34b-37; Matius 13:54-58

Oleh: RD.Fidelis Dua

PAUS Fransiskus pernah berkata, “Dalam dunia yang sering menolak, kasih Allah tak pernah menolak.” Kata-kata ini seolah menjadi pelita bagi kita yang pernah merasakan luka karena penolakan, bahkan dari orang-orang terdekat. Sama seperti Yesus, yang ditolak di kampung halaman-Nya sendiri, kita pun kadang ditolak dalam niat baik, pelayanan tulus, atau pilihan iman. Namun seperti Yesus, kita dipanggil bukan untuk menyerah, tetapi untuk tetap setia.

Dalam bacaan dari Kitab Imamat, Tuhan menetapkan hari-hari raya yang harus dikuduskan oleh umat-Nya, sebuah panggilan untuk membangun ritme kehidupan yang berpusat pada Tuhan, bukan pada kesibukan duniawi. Hari-hari Tuhan itu menjadi kesempatan untuk mengingat siapa kita di hadapan-Nya dan siapa Allah bagi kita: Allah yang hadir, menyertai, dan menguduskan waktu kita. Maka bukan hanya kalender liturgi yang disucikan, tapi juga hati kita.

Sementara itu, Injil Matius menunjukkan betapa sulitnya orang melihat keilahian dalam keseharian. “Bukankah Dia anak tukang kayu?” tanya mereka. Karena terlalu akrab dengan kemanusiaan Yesus, mereka gagal mengenali kemuliaan-Nya. Inilah bahaya prasangka rohani: kita menolak Tuhan hanya karena Ia datang dalam bentuk yang sederhana. Namun Yesus tetap setia pada misi-Nya: mengajar, menyembuhkan, dan mengasihi, meski ada yang menolak.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merayakan St. Alfonsus Maria de Liguori, pujangga Gereja yang tetap teguh berkarya meski sering disalahpahami. Dan pada Hari Jumat Pertama ini, kita mengenang Hati Kudus Yesus: hati yang tidak pernah berhenti mengasihi, bahkan saat ditolak.

Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kemah, Pukat dan Hati yang Dibentuk Tuhan

Dunia bisa saja terus menolak, tapi hati Tuhan tidak menolak siapaun. Maka jangan padamkan semangatmu karena kritik, jangan surut karena hinaan. Tetaplah kuduskan waktumu bagi Tuhan, seperti hari-hari raya dalam Imamat. Dan jika hati kita tertambat pada Hati-Nya, kita akan kuat berjalan, sekalipun jalan itu sunyi. Teguhlah dalam harapan. Setialah dalam kasih. Dan biarlah dunia melihat Hati Tuhan melalui hidup kita.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Kasih Tuhan tidak mengenal kata mundur, bahkan ketika dunia menutup pintu dan dalam keheningan hati yang disakiti, Tuhan tetap tinggal dan menyembuhkan.”

”Jangan takut ditolak karena kebaikanmu; takutlah jika hidupmu tak lagi mencerminkan kasih Tuhan sebab dunia menilai dari asal, tapi Allah melihat dari hati yang setia.”

Tuhan memberkati kita.

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan