Minggu, 06 September 2026. Hari Minggu Biasa XXIII. Pembukaan BKSN 2026.
Hari Penciptaan/Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan/Pesta Penciptaan dalam Kristus
Yehezkiel 33:7-9; Roma 13:8-10; Matius 18:15–20.

Oleh: RD.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara yang terkasih, kita semua tentu mendambakan rumah yang bersih dan rapi. Lantainya disapu dan ruangan-ruangannya ditata. Tetapi apa artinya rumah kita bersih kalau sampahnya justru dibuang ke jalan, ke halaman tetangga, atau ke sungai? Apakah rumah itu sungguh bersih? Tentu tidak.

Sampah itu memang hilang dari pandangan dan tidak lagi berada di rumah kita, tetapi masalahnya tidak selesai. Kita hanya memindahkan masalah agar tidak lagi mengganggu kenyamanan kita, sementara akibatnya harus ditanggung oleh orang lain dan oleh bumi yang kita tinggali bersama.

Sikap seperti ini ternyata masih terjadi juga dalam kehidupan bersama. Kita kadang ingin masalah itu menjauh dari kita, termasuk ketika melihat sesuatu yang salah. Kita memilih diam, berpaling, atau berkata dalam hati, “Itu bukan urusan saya.” Selama kesalahan itu tidak mengganggu kenyamanan hidup kita, kita merasa tidak perlu berbuat apa-apa.

Sabda Tuhan hari ini justru mengingatkan kita bahwa kasih tidak membiarkan kita menjadi penonton ketika sesuatu yang salah sedang merusak kehidupan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Sabda yang Mengubah Hati, Kasih yang Menjaga Kehidupan

Karena itu Yesus berkata, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata.” Teguran yang dimaksud Yesus bukan kesempatan untuk mempermalukan orang yang bersalah, melainkan jalan untuk “mendapatnya kembali.”

Yesus, Guru yang penuh kuasa dalam Injil Matius, mengajarkan bahwa kasih tidak membiarkan saudara/saudari kita terus berjalan dalam kesalahan, tetapi juga tidak menjadikan kesalahannya bahan penghakiman dan pergunjingan. Kasih berani mengatakan yang benar, tetapi selalu dengan tujuan menyelamatkan, bukan mempermalukan.

Keberanian seperti itulah yang juga dituntut Tuhan dari Yehezkiel. Sang nabi ditempatkan sebagai penjaga yang harus memperingatkan orang yang berjalan menuju kebinasaan. Diam tidak selalu berarti damai. Dalam kondisi tertentu, diam justru dapat berarti membiarkan kesalahan terus merusak kehidupan.

Sabda ini menyentuh keseharian kita. Ada saatnya kita melihat anggota keluarga mengambil jalan yang keliru, mengetahui ketidakjujuran di tempat kerja, menyaksikan kebencian disebarkan di media sosial, atau melihat sampah dibuang sembarangan dan alam dirusak, tetapi memilih diam karena takut dianggap mencampuri urusan orang lain.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dari Aturan Menuju Hati

Hari ini Tuhan mengajak kita belajar keberanian yang penuh kasih. Tegurlah orang yang perlu ditegur secara pribadi dan dengan hormat dan penuh kasih. Mulailah pula satu perubahan kecil terhadap bumi rumah bersama kita dengan mengurangi sampah, tidak membuangnya sembarangan, atau merawat lingkungan di sekitar kita. Iman yang mendengar Sabda harus mempunyai keberanian untuk menjaga kehidupan.

Namun keberanian Kristiani selalu mempunyai ukuran, yakni kasih yang berani. Paulus menegaskannya dengan sangat jernih, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama dan karena itu menjadi kegenapan hukum Taurat. Maka teguran tanpa kasih mudah berubah menjadi penghukuman, sedangkan kasih tanpa keberanian mengatakan kebenaran dapat berubah menjadi pembiaran.

Prinsip yang sama menerangi kepedulian kita terhadap ciptaan. Bumi adalah rumah bersama, sehingga tindakan yang merusaknya akhirnya melukai kehidupan sesama, terutama mereka yang harus menanggung akibat yang tidak mereka ciptakan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bukan Sekadar Ditambal, Tetapi Diperbarui

Kepedulian terhadap ciptaan memang merupakan bagian dari kehidupan dan kesaksian Kristiani. Pada Pesta Penciptaan dalam Kristus hari ini, kita diingatkan bahwa relasi dengan Tuhan, sesama, dan ciptaan tidak dapat dijalani dengan hati yang acuh. Kasih yang sejati tidak sekadar merasa prihatin. Kasih menjaga kehidupan yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

Saudari dan saudara, di sinilah BKSN 2026 menjadi undangan untuk berjumpa lebih dalam dengan Yesus, Guru yang penuh kuasa. Kita membuka Kitab Suci bukan hanya untuk menambah pengetahuan tentang Yesus, melainkan agar Yesus membuka pikiran, menegur hati, dan mengubah cara hidup kita.

Iman Kristen bukanlah sekadar agama sebuah buku. Kita percaya kepada Sabda Allah yang tidak tinggal sebagai tulisan yang bisu, sebab Sabda itu telah menjadi manusia dan hidup di tengah kita.

Maka mohonlah agar Roh Kudus membuka pikiran kita untuk mengerti Kitab Suci, lalu bukalah juga hidup kita agar Sabda itu menjadi tindakan. Biarlah Sabda membuat mulut kita berani mengatakan kebenaran dengan kasih, tangan kita menjaga ciptaan, dan hidup kita menjadi tempat Kristus terus berkarya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berlutut dalam Rahmat, Berdiri dalam Kerendahan Hati dan Kebenaran

Jangan biarkan Sabda berhenti pada halaman Kitab Suci. Biarkan Sabda menjadi hidup dalam hidup kita. Marilah kita membaca Sabda dengan hati yang terbuka, mendengarkannya dengan keberanian, dan terutama menghidupinya dengan setia, agar melalui hidup kita orang lain dapat melihat bahwa Sabda itu sungguh hidup, kasih itu sungguh bekerja, dan Yesus Sang Guru yang penuh kuasa sungguh hadir di tengah-tengah dunia.

Petikan BUSA-H #06/09/2026

”Kasih yang sejati tidak menjadi penonton ketika kehidupan sedang terluka, melainkan berani peduli, bertindak, dan menjaga.”

”Teguran yang lahir dari kasih tidak bertujuan memenangkan perdebatan, tetapi memenangkan kembali seorang saudara.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Terimalah Rahmat,Bagikan Kebaikan

”Diam tidak selalu berarti damai, sebab ada saatnya kasih harus berani mengatakan yang benar agar kesalahan tidak terus berlanjut.”

“Jangan biarkan Sabda berhenti pada halaman Kitab Suci, tetapi biarkanlah Sabda mengubah hati, menggerakkan tangan untuk berkarya, dan menjadikan hidup kita berbuah dalam kasih.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan