Pedagang Asal Sabu Kembali Berdagang di Pasar Tingkat Maumere, Enam Hari Pasca Perusakan

Kapolres Sikka, AKBP Moh.Mukhson, SH.SIK, MH. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE, dewadet.com-Enam hari pasca kematian Yosef Seda (30) diduga dianiya oleh NLM (26), dan perusakan lapak dagangan di Pasar Tingkat Maumere, puluhan asal Sabu kembali menggelar dagangannya.

Pada Selasa pagi, 1 Juli 2025, para pedagang mulai menurunkan kembali dagangan dari truk dan pikap ke pasar tersebut. Sementara pedagang yang lainnya  menata barang jualan berupa Sepatu, sandal, perkakas rumah dapur, mainakan anak-anak dan berbagai aseoris perhiasan kaum Perempuan.

Padahal sehari setelah kematian Ebit, sapaan Yosef Seda, segerombolan orang merusak dan yang lain memanfaatkan kesempatan menjarang barang dagangan di pasar itu. Para pedagang kemudian mengamankan dagangannya dan memilih untuk tidak berjualan.

Nama Forum Lio Bersatu Kabupaten Sikka sempat dibawa-bawa dalam insiden perusakan Pasar Tingkat Maumere. Namun pengurus dan penasehat menegaskan menegaskan perusakan lapak jualan tidak ada kaitanya dengan Forum Lio Bersatu.

Baca Juga: Pasca Amuk Gerombolan, Puluhan Pedagang Tinggalkan Pasar Maumere

Sementara Kepala Kepolisian Resort Sikka, AKBP Moh.Mukhson, mengatakan sudah bertemu Ketua Forum Suku Lio menyampaikan kehendaknya mendorong para pedagang supaya kembali berdagang.

Kapolres Sikka mengatakan perusakan lapak oleh gerombolan orang mengindikasi bahwa orang mudah sekali terprovokasi. Pelaku anarkis mengakui meluapkan emosi atas penganiayaan menewaskan korbanya. Mereka membuat pernyataan dan wajib lapor.

Sedangkan dalam kasus perusakan, polisi mengamankan seorang pelaku anarkis. Namun, pelaku tak ada hubungan dengan korban maupun Suku Lio. Ia bukan merusak, tetapi memanfaatkan peluang anarkis dengan menjarah.

“Saya kontrol ke sana. Saya sampaikan ke masyarakat, siapapun yang penting memenuhi syarat administrasi telah membayar pajak boleh berdagang di pasar,” tegas Mukhson kepada media di ruang kerja usai perayaan HUT Bhayangakara 1 Juli 2025.

Baca juga: Pedagang Pasar Maumere Kemas Barang dan Perbaiki Lapak setelah Diobrak Massa

Kepada Ketua Forum Lio Bersatu, Mukhson juga mengatakan sebagai hamba Tuhan, kita tidak bisa memilih dan memilah lahir dari berasal keluarga, suku dan agama mana yang kita dikehendakinya. Karena itu tidak dibenarkan menyakiti seorang kepada yang lain.

Muckson mengaku siap memfasilitasi kehendak dan aspirasi yang baik dari masyarakat, asal tidak berlaku rasis.

“Saya tidak pernah melihat asal-usulnya. Saya sendiri juga tidak pernah memillih lahir di Jawa dan sebagai anak petani. Tetapi kecintaan saya sebagai hamba Tuhan. Saya mencintai semua saudara saya tidak pandang asal suku dan agamanya,” tandas Mukhson.

“Saya permisii dengan Ketua Forum Lio Bersatu, saya sampaikan saya cinta Suku Lio tapi saya juga cinta suku Sabu. Tapi saya lebih cinta NKRI,. Semua dibingkai oleh perbedaan.” tegas Mukhson.

Baca juga: BREACKING NEWS: Lapak Dagangan di Pasar Tingkat Maumere Diobrak-Abrik

Mukhson menegaskan siapapun yang melakukan kekacauan kembali, polisi akan menangkap, memroses dan siap untuk memberi makan pelaku.

Dia mengatakan, pengamanan Polres Sikka dilakukan secara tertutup, sekaligus mengamati kedewasaan masyarakat.

“Saya tutup pesan titip pesan kepada penjual supaya menjaga hubungan yang baik dengan tetangga kios atau lapak sehingga terpelihara kerukunan,” imbuh Mukhson.

Dikatakannya, antara korban (Yosef Seda) dan dan pelaku penganiayaan, NLM tidak ada kaitanya dengan pasar. Pelaku tidak berjualan di pasar tersebut. Hanya kebetulan sering main ke sana dan bantu-bantu, sedangkan korban merupakan ojek. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan