Janin Dikubur, Bayi Dibarter Tanah, Pub Deltras Bukan Hanya Cash Bon dan Dugaan TPPO
MAUMERE, dewadet.com-Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan cash bon diduga sedang menimpa para ladies club di Pub Deltras, Maumere, Pulau Flores, Provinsi NTT. Seorang dari 13 ladies club asal Provinsi Jawa Barat membeberkan intimidasi fisik dan psikis yang sangat berat dan sejumlah janin yang dikuburkan di depan mess pub hingga seorang bayi yang hendak ditukar dengan tanah oleh pemilik pub.
“Disana ada banyak janin yang digugurkan lalu dimakamkan di depan mess kami tinggal. Pernah ada juga ladies hamil, lahirkan bayi. Bayinya mau ditukar dengan tanah. Tapi ladies tidak mau, dan dia bawa pulang baginya ke Jawa Barat,” kata Novi, salah satu dari lima ladies hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Sikka, Senin siang 9 Februari 2026.
Rapat dengar pendapat dengan Jaringan HAM Sikka melibatkan TRuK-F, Chandraditya, BEM IFTK Ledalero, dihadiri para tokoh penting. Rektor IFTK, Prof.Dr.Otto Gusti, Pater Hubert Thomas, Pater Vande Raring, Suster Ika dari TRuK-F, mantan Bupati Sikka, Drs.Aleks Longginus, dan para pegiat HAM Sikka.
Sementara Bupati Sikka diwakili oleh Sekda Sikka, Adrianus Firminus Parera, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Verdi Lepe, Kadis Peindagkop, Valerius Samador, Kadis Perizinan Satu Atap, Herianca Sadipun, dan Kasat Pol PP, Adeodatus Buang da Cunha.
Baca juga:Tanpa Babi, Moke dan Beras, Denda Adat Anggota DPRD Sikka Tinggalkan Soal
Novi membeberkan keterlibatan oknum anggota Polres Sikka dalam pengelolaan Pub Deltras. Oknum tersebut, kata Novi mengianiaya salah seorang ladies, tapi pemilik bukan dibela oleh pemilik pub, melainkan diintimidasi dan disalahkan.
“Andi (Pemilik Pub) tahu semuanya, tapi dia malah membela pelaku. Karena dia punya jaringan bersama polisi,” kata Novi.
“Ada juga teman saya hamil, ayahnya itu anak dari seorang anggota polisi,” kata Novi lagi.
“Memang kami pekerja malam, tapi kami juga butuh keadilan. Ada bukti chat, foto, video, voice note. Semuanya saya simpan,” imbuh Novi. *





