Pasca Amuk Gerombolan, Puluhan Pedagang Tinggalkan Pasar Maumere
MAUMERE,dewadet.com-Puluhan pedagang pakaian, sepatu, perkakas dapur, dan barang campuran lainnya menutup lapak dan sebagian mengangkut dagangan meninggalkan Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores setelah ulah gerombolan orang merusak lapak jualan, Jumat sore 27 Juni 2025.
Pantauan wartawan Sabtu siang, sebagian pedagang mengangkut dagangan mengunakan mobil dan membawa pulang ke rumah atau pindah ke pasar yang lain.
Sementara pedagang yang lain menutup pintu-pintu kios sejak pagi dan sebagian lain membungkus lapak menggunakan terpal.
Lokasi ini tampak sepi dibanding hari-hari sebelum dirusak gerombolan orang. Hanya terlihat beberapa warga yang datang menyaksikan lokasi yang sehari sebelumnya dirusak gerombolan orang tak dikenal.
Baca juga: Pedagang Pasar Maumere Kemas Barang dan Perbaiki Lapak setelah Diobrak Massa
Para pedagang yang menutup kios atau meninggalkan lokasi dagangan dengan membawa pulang barang dagangan umumnya pedagang asal Sulawesi dan Sabu Raijua.
Mereka enggan memberi komentar dan bekerja cepat mengemasi dagangan dengan karung-karung plastik dan memuatnya ke kendaraan.
Jangan Terprovikasi
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Very Awales menghimbau masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas), tidak terprovokasi melakukan tindakan yang melanggar hukum, menyusul penganiayaan mengakibatkan kematian Yosef Seda alias Ebit (30).
Baca juga: BREACKING NEWS: Lapak Dagangan di Pasar Tingkat Maumere Diobrak-Abrik
“Atas nama pemerintag daerah, saya menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini. Saya mengajak seluruh warga Sikka untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Very Awales di Maumere, Sabtu 28 Juni 2025.
Beliau menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
Bupati Sikka, lanjut Kadis Kominfo mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,dan menghindari narasi yang dapat memperkeruh suasana.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan tenteram.
Baca juga: Forum Lio Bersatu Mengecam Penganiayaan Yosef Seda di Pasar Tingkat Kota Maumere
Obrak-Abrik Lapak
Lapak dan dagangan sepatu, sandal dan berbagai asesoris perhahiasan di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores diobrak-abrik massa yang marah, Jumat petang 27 Juni 2025.
Kuat dugaan perusakan tersebut erat kaitan dengan tewasnya Yosef Seda (30) yang diduga dianiaya oleh NLM (26), Kamis 26 Juni 2025 sekira pukul 17.45 Wita. Massa yang tersulut dengan kematian Ebet sapaan, Yosef Seda mengamuk dan merusak lapak dan dagangan.
Dari video yang beredar di berbagai media sosial dan pantauan ke lokasi Jumat petang tampak kerusakan lapak dan lemari. Sementara barang-barang milik pedagang berhamburan di lantai pasar tersebut.
Pengamatan wartawan, sejak Jumat pagi, warga dari etnis tertentu yang berjualan di lokasi yang dirusak tak membuka usahanya. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa mereka khawatir akan terjadi amukan massa dengan kematian Ebit.
Baca Juga: Yosep Seda Meninggal Ditendang di Kemaluan, Didorong, Jatuh di Pangkalan Ojek
Kasi Penmas Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga belum memberi konfirmasi perusakan lapak dan dagangan tersebut. Lokasi perusakan di pasar berada di jantung kota Maumere hanya bersebarangan jalan dengan Markas Polres Sikka di Jalan Ahmad Yani Kota Maumere.
Diberitakan sebelumnya, gegara uang Rp 200 ribu, dia dianiaya NLM hingga tewas di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores, Kamis 26 Juni sekitar pukul 15.45 Wita. Pelaku berusaha kabur dari lokasi kejadian dibekuk polisi sejam setelah kejadian.
Korban domisili di Lorena, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan terduga pelaku berdomisili di Km 2 Kota Maumere, Kelurahan Kota Uneng.
Kasubsi Penmas Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Lenardus Tunga, menerangkan dugaan sementara kasus penganiayaan bermula hutang Rp 200 ribu kepada korban.
“Korban dan terduga pelaku bertengkar masalah utang piutang, kemudian terjadi penganiaayaan terhadap korban,” kata Loenardua, Kamis 26 Juni 2025. *





