Puluhan Ekor Kuda Senilia Rp 750 Juta Dikirim ke Jeneponto, Tiga Tahun Vakum Dampak PMK
MAUMERE,dewadet.com-Tiga tahun lebih vakum dampak penyakit mulut dan kuku (PMK), pengantarpulauan kuda dari Kabupaten Sikka di Pulau Flores ke Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan kembali dilakukan.
Hari Selasa malam 25 November 2025 sejumah 49 ekor kuda jantan yang ditaksasi senilai Rp 750 juta dikirim dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Wuring di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, 4 Km sebelah utara Kota Maumere. Pada 2025 ini. Kabupaten Sikka mendapat kuota pengiriman ternak kuda 93 ekor atau masih sisa kuota 44 ekor dari total kuota.
Pengiriman ternak besar mengunakan KLM Windi Wulandari diawasi Petugas Teknis Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo, dan KP3 Laut Pelabuhan Wuring untuk memastikan semua prosedur pengantarpulaan ternah dipatuhi.
“Kuda yang dikirim tadi malam jumlahnya 49 ekor dari 50 ekor. Semua prosedur sudah dipenuhi, dokumen dan kesehatan hewan lengkap. Kegiatan ini baru bisa dimulai setelah tiga tahun lebih berhenti karena PMK,” kata Fabianus.
Baca juga:Anjing Liar asal Provinsi Sulawesi Selatan Dimusnahkan Bhabinkamtibmas Palue
Selain kuda, ada 200 ekor kambing juga dikirim dari Pelra Wuring ke pelabuhan tujuan Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pihak penguna jasa pengiriman ternak kuda, Agustinus Moses, mengatakan mengakui tiga tahun lebbih, pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan kuda dari Jeneponto terkendala PMK selain juga modal usaha.
Menurut Agsutinus, permintaan muda di Jeneponto lumayan tinggi. Hewan ini, kata Agustinus dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat dalam hajatan besar, adat (belis) dan juga kuda pacu.
ia menambahkan semua persyaratan pengantarpulauan kuda telah dipenuhi sehingga bisa dikirim. Dokumen pengurusannya lintas Provinsi NTT dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga:Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rekomendasikan Vaksin Avac untuk Penyakit Demam Babi Afrika
“Pada tahap yang terakhir, semua kuda yang hendak dikirim diambill sampel darah diperiksa untik memastikan kuda yang dikirim bebas penyakit,” kata Agus.
Agus mengatakan kuda-kuda yang dkiirim dibeli dari beberapa tempat di Kabupaten Sikka dan juga wilayah tetangga kabupaten. Harganya bervariasi dari paling rendah Rp 15 juta sampai Rp 20 juta lebih.
“Yang paling kecilnya beratnya 160 kg sampai paling besar beratnya 200 kg lebih. Kebanyakan kuda-kuda dari wilayah kita ini, ukuranya tubuhnya juga kecil,” kata Agus. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




