53 Tahun Kopdit Obor Mas, Bukan Hanya Usia Tapi Perjuangan Nilai, Gerakan dan Kemanusiaan

Peserta seminar HUT ke-53 Kopdit Obor Mas di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat 7 Oktober 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet,com-Wakil Ketua Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Benyamin Hung, mengatakan usia 53 tahun KSP Kopdit Obor Mas bukan sekadar catatan usia lembaga, tetapi sejarah perjuangan nilai, gerakan dan kemanusiaan.

“Kopdit Obor Mas mengawali langkah yang sederhana tumbuh menjadi salah satu koperasi kredit yang kokoh dan berpengaruh, menerangi kehidupan ribuan keluarga di berbagai pelosok,” kata Benyamin, dalam pembukaan seminar Kopdit Obor Mas di Aula Heinrich, Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Jumat  7 November 2025.

Seminar dua hari mengusung tema Pemberdayaan Kelompok Sahabat Obor Mas Melalui Re-Ideologi Nilai-Nilai Koperasi dan Community Development, melibatkan 600 lebih peserta didominasi manajemen, pengurus, dan pengawas mengikutinya langsung dan melalui zoom.

Narasumber utama menghadirikan pegiat dan aktivis koperasi, Suroto menyorot  Re-ideologi Nilai-Nilai Koperasi menuju Koperasi Modern, Misbah Isnaifah  tentang Memperkuat Community Development melalui Community Organizing dalam Pemberdayaan Kelompok Sahabat, dan Agustinus Mardikun, dalam Sharing Pemberdayaan Kelompok.

Baca juga:Hari ini 53 Tahun Lalu Kopdit Obor Mas, dari 98 Anggota dan Simpanan Rp 105.500

Ketua Pengurus, Markus Menando bersama anggota, pengawas, dan General Manajer, Leonardus Frediyanto Moat Lering, mengikuti langsung pemaparan semua materi yang sangat  releven dengan kondisi saat ini.  Ketika  membuka seminar, Markus minta semua peserta memahami materi yang disampaikan untuk diwujudkan dalam tugas dan pekerjaan sehari-sehari mengadvokasi anggota menekuni usahanya.

Benyamin menggaribawahi di setiap keberhasilan terdapat akar ideologi yang kuat, yakni ideologi Credit Union yang lahir dari pemikiran dan perjuangan credit union, Friedrich Wilhelm Raiffeisen di Jerman pada abad ke-19.

Ketiak itu, Raiffeisen menyaksikan kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan moral dan sosial, yang hanya dapat diatasi melalui persatuan, pendidikan, dan kepercayaan.

Raiffeisen mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan pada modal uang, melainkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang dihidupi secara bersama. Credit Union berlandaskan tiga nilai utama yakni solidaritas (solidarity), swadaya (self- help) dan pendidikan atau education.

Baca juga:Kopdit Obor Mas, Salah Satu Penopang Utama Puskopdit Swadaya Utama Maumere

Solidaritas, menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri; kita hanya bisa bertumbuh dalam kebersamaan dan saling menolong.

Swadaya – setiap orang dipanggil untuk mengandalkan kekuatan dan tanggung jawab sendiri sebelum meminta bantuan orang lain. Sedangkan pendidikan menyatakan bahwa melalui pendidikan, anggota menjadi sadar, bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan bijak demi kesejahteraannya.

Menurut Raiffeisen, uang bukanlah tujuan, melainkan alat untuk menolong manusia menjadi lebih manusia

“Semangat inilah yang menjiwai gerakan Credit Union di seluruh dunia, termasuk yang telah dihidupi dan dikembangkan dengan setia oleh KSP Kopdit Obor Mas selama 53 tahun terakhir,”kata Benyamin.

Baca juga:Memberdayakan Kelompok Sahabat, Kopdit Obor Mas Bertekad Kembalikan Ideologi Nilai Koperasi

Re-Ideologi, Kembali  kepada Jati diri

Benyamin menyoroti tema seminar Re-ideologi nilai-nilai koperasi, mengatakan di tengah perubahan zaman, digitalisasi, konsumerisme, dan tantangan moral ekonomi, kita membutuhkan re-ideologisasi.

Re-ideologi berarti kembali kepada jati diri, menegaskan kembali roh dan nilai dasar gerakan koperasi kredit agar tidak kehilangan arah.

Gerakan koperasi kredit bukan sekadar lembaga keuangan yang mencari pertumbuhan aset, tetapi gerakan moral yang memanusiakan manusia. Kita tidak didirikan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memberdayakan banyak orang agar hidupnya lebih bermartabat, mandiri, dan berdaya.

Melalui re-ideologi, kita diingatkan bahwa uang hanyalah alat; manusia adalah tujuan. Laporan keuangan penting, tetapi laporan kehidupan jauh lebih bermakna. Pendidikan anggota bukan beban biaya, tetapi investasi ideologis bagi masa depan gerakan.

Baca juga:Beruntung Ada Fidelis Vin Coro, Anggota Pendiri Kopdit Obor Mas; Dedikasi Sampai Akhir Hayat

“Inilah yang menjadi panggilan bagi seluruh insan Obor Mas untuk terus menjaga api nilai-nilai Raiffeisen agar tetap menyala di setiap kebijakan, pelayanan, dan tindakan kita,” ajak Benyamin.

Kelompok Sahabat Obor Mas Bukan Sekedar Wadah

Ia mengatakan community development dan Kelompok Sahabat Obor Mas memiliki arti strategis. Kelompok Sahabat bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi komunitas pembelajaran dan pemberdayaan.

Di dalam kelompok ini, nilai-nilai solidaritas dan swadaya menemukan wujud nyatanya.  Anggota belajar untuk saling mendukung dalam kesulitan, saling belajar untuk berkembang, dan saling menopang dalam usaha bersama.

Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Pidato di Hadapan Profesor Dr. Nur Fadjrih, Ketua STIESIA Surabaya

Melalui community development, koperasi tidak hanya hadir sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai motor pembangunan sosial, tempat nilai kemanusiaan tumbuh dan dihidupi.

“Kita percaya bahwa pemberdayaan sejati dimulai dari komunitas keci, ldari kelompok yang berani berbenah dan menyalakan terang bagi lingkungannya,” kata Benyamin.

“Kita ingin agar setiap Sahabat Obor Mas menjadi “obor yang menyala bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menerangi banyak orang.” Inilah makna sejati dari Obor Mas,” Benyamin menambahkan.

Ia berharap ulang tahun ke-53 dimaknai sebagai momentum refleksi dan pembaruan. Kita dipanggil untuk meneguhkan kembali jati diri Obor Mas sebagai gerakan pemberdayaan manusia berbasis nilai dan iman.

Baca juga:Kopdit Obor Mas ‘Panen’ Enam Magister Akuntansi dan Magister Manajemen

“Semoga seminar ini menjadi ruang refleksi dan pembaruan ideologis, tempat kita meneguhkan kembali semangat Raiffeisen dalam konteks zaman ini  agar gerakan koperasi kredit tetap menjadi obor harapan bagi sesama manusia, bagi bangsa, dan bagi gereja,” pinta Benyamin. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan