Pedagang Pasar Maumere Kemas Barang dan Perbaiki Lapak setelah Diobrak Massa

Perusakan lapak di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores, Jumat petang 27 Juni 2025. (dewadet.com).

MAUMERE,dewadet.com-Belasan pedagang Pasar Tingkat di Kota Maumere, Pulau Flores, Jumat malam 27 Juni 2025 mengemasi barang daganganya setelah diobrak-abrik massa pada Jumat petang.

Para pedagang pria dan wanita menyimpan daganganya di dalam karung plastik dan menbawa pulang ke tempat tinggal. Sementara para pedagang yang lain memperbaiki lapak-lapak kayu yang sebelumnya dirusak massa. Sedangkan massa yang sebelumnya merusak lapak yang dibuat di halaman pasar tak kelihatan lagi batang hidugnya.

Beberapa pedagang yang ditemui Jumat malam enggan memberikan komentar. Mereka tetap sibuk mengemasi daganganya dan membawa pulang.

Kasubsi Penmas Humas Polres Sikka,Ipda Leonardus Tunga belum memberi tanggapan atas perusakan lapak dan dagangan.Dia mengatakan akan mengkoordinasikan dan menyampaikan penjelasan, namun hingga berita ini ditayangkan Jumat malam pukul 23.34 Wita, belum ada penjelasan.

Baca Juga: BREACKING NEWS: Lapak Dagangan di Pasar Tingkat Maumere Diobrak-Abrik

Sebelumnya diberitakan lapak dan dagangan sepatu, sandal dan berbagai asesoris perhahiasan di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores diobrak-abrik massa yang marah, Jumat petang 27 Juni 2025.

Kuat dugaan perusakan tersebut erat kaitan dengan tewasnya Yosef Seda (30) yang diduga dianiaya oleh NLM (26), Kamis 26 Juni 2025 sekira pukul 17.45 Wita. Massa yang tersulut dengan kematian Ebet sapaan, Yosef Seda mengamuk dan merusak lapak dan dagangan.

Dari video yang beredar di berbagai media sosial dan pantauan ke lokasi Jumat petang tampak kerusakan lapak dan lemari. Sementara barang-barang milik pedagang berhamburan di lantai pasar tersebut.

Pengamatan wartawan, sejak Jumat pagi, warga dari etnis tertentu yang berjualan di lokasi yang dirusak tak membuka usahanya. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa mereka khawatir akan terjadi amukan massa dengan kematian Ebit.

Baca Juga: Forum Lio Bersatu Mengecam Penganiayaan Yosef Seda di Pasar Tingkat Kota Maumere

Penganiayaan Ebit gegara uang Rp 200 ribu.Pelaku berusaha kabur dari lokasi kejadian dibekuk polisi sejam setelah kejadian.

Kasubsi Penmas Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Lenardus Tunga, menerangkan dugaan sementara kasus penganiayaan bermula hutang Rp 200 ribu kepada korban.

“Pelaku bertengkar masalah utang piutang, kemudian terjadi penganiaayaan terhadap korban,” kata Loenardua,  Kamis 26 Juni 2025. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan