Musdes di Kabupaten Sikka Sepakati Rp 60 Juta Bangun Tiga Unit Rumah Warga Miskin Ekstrim Setiap Tahun
MAUMERE, dewadet.com-Semua 182 desa di Kabupaten Sikka menyetujui dalam musyawarah desa (Musdes) mengalokasikan dana desa Rp 60 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2026 untuk mendirikan rumah tidak layak huni warga miskin ekstrim.
Alokasi anggaran desa merupakan dukungan nyata pemerintah desa terhadap program pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi mendirikan 3.000 rumah mkskin ekstrim selama lima tahun kepemimpinanya.
“Kesepakatan sudah ada di semua desa. Setiap desa mengalokasikan anggaran Rp 20 juta perunit rumah atau Rp 60 juta setahun untuk tiga unit rumah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sikka, Lambertus Sol Keitimu, Kamis sore 27 November 2025 di Maumere.
Pendirian rumah ukuran 5×7 meter persegi lengkap dengan sanitasi kategori baik akan diputuskan bersama pemerintah desa dan semua unsur yang ada di desa itu.
Baca juga:Tahun Depan Pemkab Sikka Siapkan Rp 8,5 Miliar Bangun 214 Rumah Layak Huni
Sedangkan mekanisme penetapan rumah tangga miskin yang akan menerima anggaran pendirian rumah, pemilihan material bangunan didiskusikan dengan semua pemangku kepentingan yang ada di desa. Data rumah tangga miskin ekstrim sudah tersedia lengkap ‘by name dan by addres.’
“Mereka nantinya bermusyawarah menetapkan siapa saja yang terima program ini dalam tahun pertama tiga unit rumah, tahun kedua dan seterusnya,” kata Lambertus.
Lambertus memberi apresiasi kepada semua desa di Sikka yang menyepakati alokasi anggaran untuk pembangunan rumah tidak layak huni rumah tangga miskin ekstrim.
“Dampak nyata pemanfaatan dana desa. Kita sangat berharap tahun depan program ini sudah jalan dirasakan langsung oleh warga,” kata Lambertus.
Baca juga:Orang Miskin Habiskan Uang Belanja Beras dan Rokok
Selain program rumah tidak layak huni, dalam lima tahun kepemimpinan Juventus dan Simon memberikan beasiswa satu rumah tangga miskin ekstrim satu sarjana. Program tersebut menyentuh langsung kebutuhan riil masyarakat, mengangkat warga hidup lebih layak, meski selalu mendapat pertentangan dari segelintir anggota DPRD Sikka. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





