Handriyanto, Klaim Biaya Perawatan,Meninggal Diberi Dana Duka dan Asuransi Kopdit Obor Mas   

Handriyanto Noeor, anggota Kopdit Obor Mas Cabang Utama Flores Timur menerima santunan dari Manajer Kopdit Obor Mas Cabang Utama Florss Timur , Amandus Helianto Nasa, Selasa 24 November 2025.(dok.KCU Kopdit Obor Mas Flotim).

LARANTUKA,dewadet.com-Tatapan mata Handriyanto Noeor tertuju pada total Rp 11.535.000 yang tertera pada lembaran di ujung bawah kertas yang mesti ditandatangani di Kantor Cabang KSP Kopdit Obor Mas Cabang Utama Flores Timur di Larantuka, Selasa, 24 November 2025.

“Mata saya lihat di totalnya.O…Rp 11.353.000. Saya kaget, tapi diam saja. Bukannya hanya hanya Rp 6 juta. Jangan sampai mereka (staf Kopdit Obor Mas) keiiru.”

“Kok amplopnya juga tebal. Di luarnya ditulis Rp 11.353.000. Dalam hati saya, dapat bulat lagi. Total Rp 22 juta lebih dengan dana duka yang sudah diberikan sebelumnya.”

Pergulatan batin Handriyanto itu diungkapkanya kembali kepada wartawan, ketika menghubunginya, Kamis pagi 27 November dari  Maumere ke Larantuka.

Baca juga:Maria Amaliana, Satu Dekade Lebih Nikmati Manfaat Kopdit Obor Mas

Handriyanto adalah ahli waris Abdul Razak Noeor, ayahnya yang meninggal dunia 16 Oktober 2025 di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, menerima santunan asuransi simpan dan pinjaman anggota Kopdit Obor Mas dari PT.Pandai. Padahal sekitar dua minggu setelah kepergai ayah, Kopdit Obor Mas sudah menyerahkan dana duka Rp 11 juta.

Pengalaman dengan Kopdit Obor Mas itu bermula di 2013. Ketika itu Kopdit Obor Mas merambah ke Kota Larantuka membuka cabang di ibukota kabupaten berjulukan Kota Reinha Rosari.

Staf Kopdit Obor Mas mensosialisasikan kehadiran dan produknya ke Kantor Dinas Sosial Flores Timur, tempat Handriyanto mengabdi sebagai aparat sipil negara. Sosialisasi juga dilaksanakan di Bagian Tata Pemerintahan Setda Flores Timur, tempat istri Handriyanto bekerja.

“Semua produk tabungan disosialisasikan. Kalau simpan pinjam sudah hampir biasa disetiap Kopdit. Tapi, saya lebih tertarik dengan program dana duka wafat, perawatan kesehatan dan kita bisa dapat sisa hasil usaha di akhir tahun,” katanya.

Baca juga:Febi Tak Menyangka Suami Wariskan Asuransi Rp 34 Juta di Kopdit Obor Mas

Ia akhirnya membayar kewajiban awal menjadi anggota. Ayahnya juga didaftarkan anggota, sedangkan ibu telah meninggal lebih dulu beberapa tahun sebelumnya. Sementara istrinya juga mendaftar diri menjadi anggota bersama kedua orangtuanya.

Niat mendaftarkan ayah menjadi anggota, sebab kematian setiap orang tidak pernah kita ketahui kapan tiba waktunya.

“Apakah di saat orangtua tutup mata, kita punya uang atau tidak,” begitu alasanya.

Selama 12 tahun menjadi anggota Kopdit Obor Mas, Handriyanto, pernah sakit dan tiga kali dirawat di RSUD. Begitu pula ayahnya yang mengalami sakit dan dirawat.

Baca juga:Puluhan Calon Karyawan Kopdit Obor Mas Diperiksa Kesehatan

“Saya klaim biaya perawatan dapat Rp 200 ribu perhari. Bapak juga dapat klaim perawatan. Terasa agak aneh, kita dirawat di rumah sakit dikasih uang oleh Kopdit Obor Mas,” Hendriyanto tertawa ngakak.

“Kalau simpan uang di bank, kita sakit tidak bisa klaim biaya perawatan,” ujarnya membandingkan.

Pengalaman baik Handriyanto itu dibagikan kepada tiga orang staf P3K di Kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur, tempat dia bekerja sekarang. Tentang simpanan, pinjaman, mendapat SHU, klaim perawatan kesehatan, dana duka, asuransi simpanan dan pinjaman anggota senilai Rp 22 juta yang diterimanya setelah wafatnya sang ayah.

“Saya sampaikan apa adanya kepada mereka bahwa kita tidak pernah tahu pasti, pada saat orangtua kita meninggal nanti, apakah kita punya uang atau tidak. Tapi kalau mereka jadi anggota Kopdit Obor Mas , ketika mereka meninggal, kita bisa bon dulu barang di kios. Nanti kalau sudah dikasih dari Kopdit Obor Mas, bisa kita tutup lagi,” katanya kepada staf di kantornya.

Baca juga:Ahli Waris Terima Asuransi Kopdit Obor Mas, Timoteus Bayar Uang Kuliah, Frans Diaz; Kerja dengan Hati  

Penjelasan sederhana dan pengalaman bersama Kopdit Obor Mas rupanya menggugah mereka. Ketiganya penasaran, bertanya ulang lagi setelah beberapa kemudian dia menceritakan tentang manfaat menjadi anggota Kopdit Obor Mas.

“:Hal baik yang bisa kita bagikan kepada sesama,” katanya. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan