Cari Signal di Pohon, Batu dan Jendela Rumah masih Dialami Warga Kabupaten SIkka
MAUMERE,dewadet.com-Akses komunikasi dan informasi, baik analog atau digital masih menjadi kesulitan bagi sebagian warga di wilayah-wilayah yang jauh di Kecamatan Doreng, Mapitara, Tanawawo, dan Kecamatan Mego di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Untuk mengakses informasi, warga yang menghuni wilayah ‘blankspot’ harus mencari titik-titik tertentu semisal di atas pohon, di atas batu atau di padang.
“Masih ada 25 titik kategori ‘blankspot’ dari semula 28 titik. Untuk dapatkan signal, ada juga warga cari signal ke tower terdekat. Seperti di Napungera, Kecamatan Mego, mereka cari ke tower di perbatasan utara Kabupaten Ende,” kata Kepala Dinas Infokom Sikka, Veri Awales, Jumat siang 28 November 2025 di Maumere.
Ia mengatakan mengataasi wilayah blankspot dipasang visat di fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah dan Puskemas atau Pustu.
“Warga setempat bisa akses informasi gunakan visat yang dipasang di fasilitas umum itu,” kata Awales.
Baca juga:Sembilan Tahun Bertutut Laporan Keuangan Pemkab Sikka Raih WTP
Sebenarnya juga di desa-desa yang kesulitan akses internet, pemerintah desa bisa mengunakan dana desa mengadakan Starlink.
Terhadap 25 lokasi blankspot ini, demikian Awales, Dinas Infokom Sikka telah mengajukan dan menginputnya melalui aplikasi Pasti dari Kementerian Komdigi. Ia berharap Kementerian Komdigi bisa merespon kesulitan warga Sikka.
Dikakatanya, sebagian besar wilayah Kabupaten Sikka bisa mengakses jaringan internet dari 141 BTS yang dibangun oleh PT Telkomsel, Indosat dan XL.
Selain juga memanfaatkan visat dari Komdigi RI tersedia pada beberapa fasilitas umum di desa-desa. Sejumlah 76 unit visat dipasang pada 2020 dan 98 unit yang dipasang pada 2024. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





