Selasa, 13 Januari 2026. PW. St. Hilarius Uskup dan Pujangga Gereja-Hari Biasa Pekan I. Kitab Pertama Samuel 1:9-20; Markus 1:21b-28.

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih. Doa yang lama disimpan dalam hati, entah sebagai syukur maupun permohonan yang dipanjatkan berulang kali sampai hampir lelah berharap, selalu ada jawaban. Ketika jawaban itu akhirnya datang, sukacita bukan semata karena doa terkabul, melainkan karena keyakinan semakin diteguhkan bahwa Allah sungguh setia dan berkuasa. Keyakinan inilah yang menguatkan langkah, meneguhkan iman, dan membuka hati untuk melihat karya Allah dalam seluruh perjalanan hidup.

Dalam Kitab Samuel, kita melihat Hana yang berdoa dengan segenap hati. Doanya lahir dari kejujuran dan penyerahan total. Ketika Tuhan mengabulkan doanya dan ia melahirkan Samuel, jelas bahwa Allah bukan hanya memberi apa yang diminta, tetapi memercayakan sebuah misi. Samuel bukan sekadar anak yang dinantikan, melainkan jawaban Allah bagi umat-Nya.

Di sinilah kita belajar bahwa doa bukan alat untuk menguasai atau mengatur Tuhan, melainkan ruang untuk membiarkan kehendak-Nya terjadi. Banyak orang mengalami hal serupa. Ketika doa didengar, hidup pun diarahkan pada tanggung jawab baru untuk menjadi berkat.

Injil Markus menampilkan Yesus yang mengajar dengan kuasa. Perkataan-Nya bukan teori, melainkan kebenaran yang membebaskan dan mengubah hidup. Kuasa Yesus bukan terletak pada kerasnya suara, tetapi pada kesatuan antara kata dan tindakan. Roh jahat pun tunduk karena kebenaran tidak bisa ditentang oleh kebohongan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian): Mengikuti Tuhan Tanpa Menggenggam Jala

Dalam keseharian, orang mencari banyak suara yang menjanjikan ketenangan, namun hanya sabda Kristus yang sungguh memberi arah dan kebebasan sejati.

Santo Hilarius, uskup dan pujangga Gereja menegaskan bahwa iman yang benar lahir dari pengenalan akan Kristus yang sungguh Allah dan sungguh menyelamatkan.

Saudari dan saudara terkasih, Tuhan yang mendengarkan doa Hana adalah Tuhan yang sama yang berbicara dengan kuasa melalui Yesus. Ia mendengar doa kita dan Ia juga mengajar kita agar hidup selaras dengan kehendak-Nya. Ketika kita berani percaya, setia berdoa, dan membuka diri pada sabda-Nya, Allah bekerja bukan hanya menjawab permohonan kita, tetapi membentuk hidup kita menjadi tanda kehadiran-Nya bagi banyak orang.

Dalam setiap jawaban doa, Tuhan bukan hanya memberi apa yang kita mohonkan, melainkan juga memercayakan sebuah tugas. Maka, berdoa tidak berhenti pada syukur dan pujian bagi kemuliaan nama Tuhan, melainkan menumbuhkan kepekaan hati untuk membiarkan Allah mengubah hidup kita, hingga perlahan-lahan kita sendiri menjadi jawaban atas doa yang kita panjatkan, sekaligus menuntut keberanian untuk hidup sebagai saksi, sebab setiap doa yang dijawab Allah selalu berbuah dalam perutusan untuk mewartakan kebaikan dan kuasa-Nya dalam hidup sehari-hari.

Baca juga:BUSA-H ( Butiran Sabda Allah–Harian) Engkaulah Anak yang Kukasihi: Nama yang Diberi, Hidup yang Diutus

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Doa yang tekun tidak hanya didengar oleh Allah, tetapi membentuk kita untuk siap diutus oleh-Nya.”

”Allah mengubah setiap permohonan kita menjadi tanda kehadiran-Nya bagi dunia di sekitar kita.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan