Proyek Puskesmas Tuanggeo Palue Putus Kontrak, Fisik 56 Persen, Realisasi Anggaran 40 Persen
MAUMERE, dewadet.com-Pembangunan gedung Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT senilai Rp 6.467.987.080 diputus kontrak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemajuan fisik proyek tersebut mencapai 56 persen dan realisasi keuangan 40 persen sampai akhir tahun anggaran 31 Desember 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan proyek dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) 2025 akan dilanjutkan tahun 2026 mengunakan dana alokasi umum (DAU) sekitar Rp 3 miliar lebih.
“Kami butuh bertemu dengan DPRD dalam rapat dengar pendapat supaya kami bisa menjelaskan secara menyeluruh permasalahanya, sehingga terjalin pemahaman yang sama. Sasaran kami fasilitas kesehatan ini harus bermanfaat bagi warga Palue,” kata Herlemus, Selasa 13 Januari 2025 di Maumere.
Dia menegaskan bahwa tidak ada kerugian negara dalam proyek ini. Meski proyek terhenti, semua material ada di lokasi (on side) mencapai 95 persen.
Baca juga;Tiang Puskesmas Tuanggeo Pakai Besi Banci, Kadis Kesehatan Sikka Perintah Bongkar
Menurut Herlemus, proyek ini bermula dengan gagal lelang. Waktu pelelangan itu bersamaan dengan Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela telah rampung 100 persen dan akan diresmikan pemanfaatanya tanggal 20 Januari 2026.
Proses pelelangan ulang ini membutuhkan waktu sebulan lebih. Ketika telah ada pemenangnya, mobilitas peralatan kerja dan material juga butuh waktu menyesuaikan dengan jadwal kapal yang berangkat ke Palue.
Pihak rekanan, kata Herlemus mengevakuasi dua unit ekscavator dan truk ke Palue. Dalam pelaksanaanya, lanjut Herlemus, muncul lagi soal kualitas air untuk bangunan harus uji laboratorium.
“Harus urus adat juga. Masalah topografi angkut material, Truk yang biasanya angkat dua kubik material hanya bisa muat satu kubik ke lokasi proyek,” Herlemus membeberkannya. *





