BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pertobatan Daud dan Penolakan Nazaret
Rabu, 4 Februari 2026. Hari Biasa Pekan IV. 2 Samuel 24:2.9-17; Markus 6:1-6*
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
SAUDARA dan saudari terkasih. Godaan terbesar manusia sering bukan pada kejahatan besar, melainkan pada rasa aman palsu dan hati yang merasa paling tahu. Daud menghitung rakyatnya karena ingin memastikan kekuatannya, Yesus ditolak karena orang merasa sudah mengenal-Nya.
Yang satu lupa bahwa hidup ditopang oleh rahmat Allah, yang lain menutup diri terhadap karya Allah yang datang terlalu dekat. Sabda Tuhan hari ini menegur kita dengan lembut, namun tegas bahwa iman runtuh bukan karena Allah jauh, melainkan karena hati menjadi sombong dan tertutup.
Dalam bacaan pertama, Daud akhirnya menyadari kesalahannya dan berkata dengan jujur bahwa akulah yang berdosa. Ia tidak menyalahkan rakyat, bahkan menyebut mereka sebagai domba-domba yang tidak bersalah.Inilah pertobatan sejati, keberanian mengakui dosa tanpa mencari kambing hitam.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering melakukan hal yang sama seperti Daud sebelum bertobat, mengukur keberhasilan dengan angka, prestasi, jabatan, atau pengaruh, lalu lupa bahwa semua itu hanyalah titipan. Saat hidup mulai goyah, barulah kita sadar bahwa tanpa Tuhan, perhitungan kita tidak menyelamatkan siapa pun.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Air Mata Daud, Sentuhan Iman, dan Hidup yang Dipulihkan
Injil hari ini menampilkan Yesus yang justru ditolak di tempat asal-Nya sendiri. Mereka mengenal nama-Nya, latar belakang-Nya, bahkan keluarga-Nya, tetapi gagal mengenali kehadiran Allah yang sedang berdiri di hadapan mereka.Keakraban yang semestinya membuka hati malah berubah menjadi penolakan yang menutup iman.
Hal serupa kerap terjadi dalam kehidupan kita ketika Sabda Tuhan terdengar biasa karena terlalu sering didengar, Ekaristi dijalani sekadar rutinitas, dan pelayanan Gereja dipandang hanya sebagai tugas yang harus diselesaikan. Tanpa sadar, kita menjadi akrab secara lahiriah, tetapi jauh secara batiniah, sehingga pintu hati tertutup bagi rahmat yang sedang mengetuk.
Orang-orang Nazaret kehilangan kesempatan mengalami karya kuasa Yesus bukan karena Yesus tidak mampu berkarya, melainkan karena hati mereka tidak lagi memberi ruang bagi Allah untuk bekerja.
Saudara dan saudari terkasih, marilah kita belajar dari pertobatan Daud dan dari kegagalan iman orang Nazaret. Rendahkanlah hati, bukalah diri, dan biarkan Tuhan berkarya dengan cara-Nya sendiri. Ketika kita berani mengakui dosa dan kembali percaya dengan tulus, rahmat Allah akan bekerja, memulihkan hidup kita, dan mengubah kelemahan menjadi jalan keselamatan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tuhan yang Dipersembahkanke Bait Hidup Kita
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
”Iman akan runtuh bila hati terlalu penuh oleh rasa aman yang palsu dan keangkuhan rohani.”
”Allah paling sering datang dengan sederhana, dan justru karena itu hanya hati yang rendah mampu mengenali dan menerima-Nya.”
Tuhan memberkati kita.





