Kamis, 19 Maret 2026.Hari Kamis sesudah Rabu Abu.Kitab Ulangan 30:15-20; Lukas 9:22-25.
SAUDARI dan saudara yang terkasih, hidup kita setiap saat ditentukan bukan terutama oleh apa yang kita miliki, melainkan oleh pilihan yang kita ambil. Masa Prapaskah adalah masa penuh pilihan dan kita mesti menentukannya secara tepat, mau memilih kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan, memilih berkat atau kutuk.
Kita dihadapkan pada pilihan berani menyangkal diri dan memikul salib bersama Kristus atau mempertahankan nyawa dengan ego sendiri tetapi justru kehilangan segalanya. Kebenaran tentang beratnya pilihan hidup ini bukan hal baru, sejak awal Tuhan sudah meletakkannya dengan jelas di hadapan umat-Nya.
Dalam bacaan pertama, Musa menegaskan kembali kebenaran ini kepada umat Allah dengan menghadapkan kepada mereka pilihan antara hidup dan kemakmuran atau kematian dan bencana, sebuah pilihan yang jelas namun sering diabaikan. Kita pun kerap meremehkan pilihan-pilihan kecil seperti memilih puasa dan pantang atau tidak, memilih mengampuni atau membalas, memilih jujur atau berbohong, memilih setia atau berdusta.
Inilah pergulatan harian antara kehidupan dan kematian rohani, antara berkat dan kutuk, antara terang dan gelap yang Tuhan hadapkan di depan kita, dan karena itu Masa Prapaskah mengajar kita untuk tidak netral, sebab netral sering kali berarti membiarkan diri hanyut oleh arus lama dan kebinasaan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Abu di Dahi, Koyakkan Hatimu Bukan Topeng
Maka, ketika Tuhan mengajak kita memilih kehidupan, Injil hari ini menunjukkan jalan konkret menuju pilihan itu. Mengikuti Yesus bukan sekadar kagum pada-Nya, melainkan menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan berani kehilangan nyawa karena Dia.
Secara biblis, kehilangan nyawa karena Kristus bukan berarti membenci hidup, melainkan melepaskan cara hidup lama yang berpusat pada diri agar menerima hidup baru yang berpusat pada kasih dan salib. Salib harian menjadi ruang perjumpaan rahmat Tuhan dengan penderitaan dan pergumulan kita, di sinilah keselamatan bertumbuh, dan di sini pula orang yang berani kehilangan demi Kristus justru menemukan hidup yang sejati.
Saudari dan saudara terkasih, hari ini jangan takut menentukan pilihan, sebab Tuhan tidak menipu hati yang percaya dan tepat memilih. Pilihlah untuk mengasihi Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan berpaut pada-Nya, sekalipun itu menuntut penyangkalan diri yang total. Ketika kita berani kehilangan demi Kristus, kita tidak sedang kehilangan apa pun, kita sedang menemukan hidup yang utuh, dan di situlah Masa Prapaskah menjadi jalan menuju kebangkitan yang nyata dalam hidup kita.
Petikan BUSA-H pada hari ini:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Ragi Kecil yang Menumpulkan Hati
”Hidup tidak diukur dari apa yang kita genggam, melainkan dari keberanian kita melepaskan genggaman itu demi memilih hidup yang benar.”
”Di hadapan pilihan hidup dan mati, berkat dan kutuk, netral bukanlah sikap aman, melainkan langkah pelan yang membiarkan hati hanyut menuju gelap.”
”Ketika kita berani kehilangan diri demi Kristus, di situlah salib berubah menjadi pintu menuju hidup yang sejati.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@






