Akun MD Kirim Foto Kelamin Dilaporkan ke Polres Sikka

Kuasa Hukum Domi Tukan. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE, dewadet.com-Kuasa hukum MD, kepala salah satu Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) di Kabupaten Sikka yang dituduh  sebagai pemilik akun MD melakukan direct message (DM) foto kelamin dengan perempuan SW,  Senin siang 7 September 2026 melaporkan akun  MD kepada Polres Sikka di Jalan Ahmad Yani Kota Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hari ini saya dan tim selaku kuasa dari Pak Mayela menyerahkan pengaduan tertulis ke Polres Sikka berkaitan dengan akun palsu yang diberikan nama Manyela Dacunha. Akun Palsu ini menampilkan foto dan video Pak Yel,” kata Domi Tukan usai menyerahkan pengaduan di Poles Sikka.

Domi Tukan menerangkan, hari Kamis 3 September 2026, seorang ibu namanya An bersama pendamping hukum datang ke ruang kerja Kantor Pak Yel.

Kehadiran mereka, lanjut Domi Tukan untuk menanyakan kebenaran akun MD, karena ibu An merasa diri sebagai korban. Sebab, ada DM berupa gambar kelamin. Yel menyampaikan bahwa akun tersebut bukan miliknya, atau akun palsu.

Baca juga:Kepala OPD Pemilik Akun MD Diklarifikasi Foto Kemaluan di Ruang Kerja, MD: Saya juga Korban, Silahkan Lapor

Karena sebelumnya pada tanggal 7 Juni 2026, ada juga rekan kerja Pak Mayela da Cunha, seorang perempuan juga mendapat DM dari akun MD.

“Itu ibu yang ada di sana juga,” Domi Tukan menunjuk seorang ASN perempuan yang ada di halaman Polres Sikka.

Oleh karena DM dari akun MD mencantumkan gambar atau foto Mayela, kata Domi Tukan, maka  dia merasa berkewajian melakukan klarifikasi di akun Facebook pada 7 Juni 2026.

Pendamping hukum ibu An, kata Domi Tukan, juga menunjukkan kepada kliennya beberapa screenshot pesan.

Baca juga:Germo dan PSK Minta Ganti Pembalut Kabur dari Kantor Satpol PP

“Pak Yel tidak tahu. Ia menegaskan bukan dari akunnya. Dan, kalau ibu merasa sebagai korban, sebetulnya saya (Pak Yel) juga sebagai korban. Ibu korban berikutnya,” Domi Tukan menirukan percapakan dalam pertemuan klarifikasi di ruang kerja kliennya.

Selanjutnya, kata Domi Tukan, Yel menelpn meminta bantuan anggota Intel Polda NTT membantu melacak akun DM dan siapa penguna yang menyebarkan postingan tersebut.

Ternyata pada Minggu, 6 September 2026 muncul berita atau siaran pers menyatakan bahwa ada oknum pejabat di Sikka memposting alat kelamin dan terancam UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Karena itu, dalam urain laporan kepada Polres Sikka, Domi Tukan minta Polres Sikka mencari dan menemukan siapa yang mengunakan akun palsu yang mengunakan nama Manyela Dacunha. Identitas klienya yang benar Mayela da Cunha.

Baca juga:Empat PSK Mengidap Penyakit Raja Singa dan Seorang Hamil Diamankan Satpol PP dari Rumah Warga Maumere

“Menurut saya dari sisi nama saja sudah berbeda. Nama klien saya yang benar Mayela da Cunha,” tegas Domi Tukan.

Selain mencari tahu akun tersebut, kata Domi Tukan, tindakan merilis ke media menurutnya menyebarkan hal yang tidak benar. Karena dalam  pertemuan itu tidak menemukan siapa pemilik akun sebenarnya.

“Saya mengadukan juga Pak Tomi dengan kliennya karena menyebarkan berita tidak benar melalui media dan akun palsu. Ada dua aduan,akun palsu dan penyebaran berita  yang tidak benar,” katanya.

Kalau mereka meyakini kenapa mesti bertemu klarifikasi dan tidak langsung lapor. Kenapa mesti melalui media. Karena untuk mengetahui akun yang sebenarnya menjadi tugas negara yaitu kepolisian mencaritahunya.

Baca juga:Tarif Kos Milik ASN Diduga Prostitusi Online Digerebek Pol PP di Ende, Sehari Rp 250 Ribu, Seminggu Rp 1,750 Ribu

Domi berharap kepada Polres Sikka karena kasus ini menjadi mode dalam penanganan dalam era digital. Kita berharap bisa menemukan dan menangkap pemilik akun palsu ini.

Klarifikasi di Kantor

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Konsultasi Pemerhati Masyarakat (YLBH-KPM) menerima pengaduan AW, melakukan pertemuan klarifikasi foto kemaluan dengan pemilik akun MD pada hari Kamis 3 September 2026 di ruang kerja oknum kepala Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Kabupaten Sikka .

“Sejak pertemuan hari Kamis di kantor, akun MD tidak aktif lagi. Padahal sebelumnya dalam semalam, akun MD bisa direct message (DM)  tiga sampai empat kali,” kata Ketua YLBH-KPM, Masludin Ladidi, dihubiungi wartawan, Minggu sore, 6 September 2026 .

Baca juga:MD Mengaku Akun Dibajak Sejak Juni, Foto dan Nama MD Beda

Masludin, akrab disapa Senopati menjelaskan pertemuan klarifikasi di ruang kerja kepala OPD mengharapkan ada niat baiknya.

“Kan saya sampaikan begin pak kadis. Kami kalau dalam menangani  perkara itu (pidana), sebelum laporan langsung diiringi dengan pemberitaan media. Urusan pidana urusan publik,” kata Senopati.

“Kami ingin menjaga itu. Karena menyangkut harkat dan martabat seorang perempuan, istri orang. Pasti ribut,” Senopati menambahkan..

“O…itu bukan saya (pemilik akun MD). Saya punya akun di-hack,” jawab MD.

Baca juga: Satgas Pajak Kendaraan Vs Pengecer Pertalite ‘Penolong’ Kendaraan Tunggak Pajak

MD Mengaku Akunya Dibajak

Sementara MD yang dituduh mengirim direct message (DM) foto vulgar kepada AW angkat suara. MD menegaskan akunya telah dibajak sejak bulan Juni 2026 dan dia telah dilakukan klarifikasi.

“Saya dapat informasi ini dari teman ASN (perempuan) juga. Akun tersebut sempat DM kepada teman ASN ini tanggal 7 Juni 2026. Malam itu, ibu ini  juga kirim ke saya.  Dia yakin bukan akun saya, dan ibu itu juga tahu,” kata MD ketika dimintai konfirmasi Minggu malam.

Pada malam tanggal 7 Juni 2026, MD melakukan klarifikias ke akun FB miliknya dilengkapi dengan screenshot.

“Malam itiu juga saya sampaiken ke akun FB saya dengan screenshot foto bahwa ini bukan  saya. Mohon maaf jika ada yang percakapkan dengan anda semua.  Ini semua bukan akun saya, mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini,” kata MD. Potongan pesan ini juga dibagikan MD kepada wartawan semalam. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan