Kamis, 9 Oktober 2025. Hari Biasa Pekan XXVII.  Nubuat Maleakhi 3:13 – 4:2a; Lukas 11:5-13.

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARA-saudari terkasih. Kita adalah makhluk yang terus meminta, mencari, dan mengetuk. Kita meminta keberhasilan, mencari pengakuan, dan mengetuk pintu rezeki, seolah hidup adalah perlombaan untuk mendapatkan yang lebih cepat, lebih banyak, lebih besar.

Namun sering kali, di tengah usaha itu, kita kecewa karena yang kita minta tak kunjung datang, yang kita cari tak juga ditemukan, dan pintu yang kita ketuk terasa tetap tertutup rapat. Lalu hati pun bertanya seperti umat dalam Kitab Maleakhi: “Sia-sialah beribadat kepada Allah… apa untungnya hidup benar kalau nasib tak berubah?”

Maleakhi menegur umat yang kecewa pada Allah, umat yang merasa doa dan kesalehan mereka tak membawa hasil. Tapi Tuhan menjawab dengan tegas: “Hari itu akan datang, menyala seperti api.”

Artinya, Allah tidak pernah tidur. Keadilan dan kasih-Nya tidak hilang, hanya menunggu saatnya dinyatakan. Iman yang sejati bukanlah iman yang berhitung untung-rugi, melainkan iman yang tetap setia meski hasilnya belum terlihat.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Doa Bapa Kami: Hati Bertemu Hati

Yesus dalam Injil melanjutkan suara nubuat itu dengan nada kasih: “Mintalah… carilah… ketuklah…” Tetapi Ia tidak berbicara tentang meminta apa saja sesuka hati. Yang Yesus maksud adalah ketekunan hati yang percaya.

Allah bukan mesin permintaan, melainkan Bapa yang mengenal apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Maka, doa bukan memaksa Tuhan menuruti kehendak kita, melainkan membuka hati agar kita dituntun kepada kehendak-Nya.

Sering kali, Allah tidak segera menjawab bukan karena Ia menolak, tetapi karena Ia sedang membentuk. Ia menunda bukan untuk menyiksa, tetapi untuk memurnikan. Sebab yang dicari dari doa bukan hasilnya, tetapi hubungan yang tumbuh darinya. Yang kita ketuk sebenarnya bukan pintu rezeki, melainkan pintu hati Allah dan setiap ketukan yang tulus tak akan pernah sia-sia.

Saudara-saudari terkasih, di arus kehidupan yang serba cepat, iman memanggil kita untuk tetap sabar dalam doa, tetap setia dalam pengharapan, dan tetap rendah hati dalam pencarian. Allah tidak pernah jauh; Ia hanya menunggu kita mengetuk dengan hati yang jujur.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Jangan Lari dari Tuhan, Temuilah Dia dalam Sesamamu

Sebab bagi orang yang terus percaya, seperti janji Yesus: “Setiap orang yang meminta, akan menerima; yang mencari, akan mendapat; dan yang mengetuk, akan dibukakan pintu.” Dan pintu itu bila terbuka, bukan hanya membawa berkat, melainkan juga menyingkapkan wajah Bapa yang penuh kasih.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

“Doa yang sejati bukan tentang mengubah kehendak Allah, tetapi membiarkan Allah mengubah hati kita.”
“Kadang Tuhan tidak membuka pintu yang kita ketuk, karena Ia sedang menuntun kita ke rumah yang lebih indah.”

Tuhan memberkati kita.

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan