Kapal Pertamina Bawa 250 KL Biosolar, Teratasi BBM Langka di Ende, Mbay dan Bajawa

Kapal angkutan BBM sandar di Pelabuhan Pertamina di Ende, Pulau Flores. (dok.Pertamina Jatimbalinus)

ENDE,dewadet.com-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di Kota Ende, Mbay dan Bajawa di Pulau Flores, Provinsi NTT mulai teratasi. Hari Jumat malam, 26 September 2025, kapal bermuatan Biosolar 250 KL sandar di Ende.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam rilis diterima Sabtu siang, 27 September 2026 menyatakan stok BBM mencukupi kebutuhan masyarakat Ende dan sekitarnya.

Ia mengatakan Pertamina Patra Niaga mendorong percepatan distribusi BBM di Pulau Flores. Sama halnya dengan beberapa titik penyaluran lainnya di NTT dimaksimalkan percepatan loading kapal pengangkut BBM agar terpenuhinya kebutuhan energi di Nusa Cendana.

Di beberapa titik di Pulau Flores, Jumat 26 September 2025, masyarakat mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM. Wilayah terdampak diantaranya Ende, Bajawa dan Mbay.

Baca juga:BBM Langka Setiap Hari di Ende, Mbay dan Bajawa, Kendaraan Bermalam di SPBU

“Jumat malam (26/9/2025), kapal sudah sandar dengan muatan BBM jenis Biosolar 250 KL. Suplai ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi. Tim Terminal BBM Ende dan Sales NTT langsung melaksanakan penyaluran malam ini ke SPBU setempat untuk prioritas pemenuhan kebutuhan BBM di Kabupaten Ende dan sekitarnya. Selanjutnya pada Selasa (30/9/2025) akan sandar kapal dengan muatan BBM jenis Pertalite,” kata Ahad.

Ahad menegaskan bahwa prioritas pengisian diberlakukan kepada konsumen kendaraan dan meminimalisir pengisian ke konsumen non kendaraan. Langkah ini dilakukan sebagai mitigasi potensi penyalahgunaan seperti pelangsir.

Pertamina juga melakukan blokir Nopol kendaraan yang terindikasi pelangsir. Selain itu, di sisi teknis lapangan, Terminal BBM beroperasi 24 jam untuk menjamin pasokan di Rote Ndao dan sekitarnya aman.

Pertamina Patra Niaga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran dan ketidaknyamanan di SPBU silahkan dapat memberikan informasi ke 135 (Call Center Pertamina).

Baca juga:Dilema Solar Ilegal di Palue, ‘Menolong’ Tapi Melawan Hukum

Diberitakan sebelumnya, kelangkaan BBM terjadi setiap hari di Kota Ende, Mbay dan Bajawa di Pulau Flores. Antrian kendaraan roda empat mengular di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Di Kota Ende, ibukota Kabupaten Ende, antrian mobil berlangsung hampir setiap siang menjelang sore di SPBU Ndao di Jalan Trans Flores menuju Bajawa di Kabupaten Ngada.

Puluhan minibus, truk sedang dan truk-truk besar diparkir pada sisi jalan menunggu sampai ada pengiriman BBM dari truk-truk tangki BBM ke SPBU dan operasional di SPBU. Bila sampai malam tidak ada suplai BBM ke SPBU, kendaraan diinapkan di ruas-ruas jalan menuju ke SPBU itu.

Pemandangan serupa juga dijumpai di SPBU Aegela Jalan Trans Flores, sekitar 1-2 Km dari pertigaan jalan menuju Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo di terletak 30-an Km di utara Pulau Flores. Pengemudi menginapkan kendaraan di ruas jalan menuju SPBU dari sore sampai keesokan hari.

Baca juga:Solar Ilegal di Palue Didistribusikan Larut Malam

Demikian juga di SPBU Turikisa di Jalan Trans Flores atau sebelum masuk Kota Bajawa. Setiap sore hingga keesokan hari, puluhan bahkan ratusan kendaraan antri menanti pengisian BBM. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan