BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Ketika yang Kita Miliki Mulai Memiliki Kita
Selasa, 18 Agustus 2026. Hari Biasa Pekan XX. Nubuat Yehezkiel 28:1-10; Matius 19:23-30.
Oleh:RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara yang terkasih, “Apa gunanya memiliki banyak, jika hati kehilangan Yang Mahatinggi?”
Yehezkiel menegur penguasa yang karena kekayaan dan kekuasaannya berkata dalam hati bahwa dirinya seperti Allah. Yesus kemudian berkata bahwa orang kaya sukar masuk ke dalam Kerajaan Surga, bukan karena kekayaan itu sendiri jahat, melainkan karena hati manusia mudah menjadikan harta dan uang sebagai tempat bergantung dan sumber keselamatan.
Dengan demikian, kedua bacaan mengarahkan kita pada satu pertanyaan yang sederhana tetapi mengguncang hati, siapa sebenarnya yang menjadi Tuhan dalam hidup kita?
Kekayaan, uang, jabatan, kemampuan, dan keberhasilan adalah anugerah, tetapi semuanya dapat menjadi berhala ketika membuat kita tidak lagi membutuhkan Allah dan tidak lagi peduli kepada sesama.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Dalam Injil, persoalannya bukan sekadar memiliki kekayaan, melainkan keterikatan hati pada kekayaan yang dapat menghalangi seseorang untuk mengikuti Kristus dan masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sabda ini terasa dekat ketika kita memandang situasi kita yang sedang menghadapi penderitaan akibat gempa. Dalam keadaan seperti itu, kita kembali belajar bahwa rumah, harta, jabatan, dan segala yang kita banggakan ternyata tidak pernah menjadi jaminan hidup.
Yang sungguh bernilai adalah manusia dan relasi kasih yang kita bangun. Karena itu, bencana bukan hanya menguji kekuatan bangunan, tetapi juga menguji kedalaman kemanusiaan kita.
Apakah kita masih menggenggam ketika sesama membutuhkan, atau bersedia berbagi? Apakah kita hanya memikirkan keselamatan sendiri, atau berani hadir bagi mereka yang kehilangan rumah dan rasa aman?
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Maria, Tanda Harapan dan Hambatan Kasih di Tengah Guncangan
Di tengah penderitaan, iman menjadi nyata ketika kita membuka tangan, menyisihkan apa yang kita punya, menolong tanpa banyak bertanya, dan tidak mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain. Harta yang kita miliki menjadi berkat ketika melalui tangan kita kehidupan sesama menjadi lebih baik.
Maka, hari ini Tuhan mengundang kita untuk melakukan pertobatan yang sederhana tetapi nyata. Periksa kembali apa yang paling kita takut kehilangan, sebab sering kali di situlah hati kita paling terikat.
Belajarlah melepaskan sesuatu demi berbagi, gunakan jabatan untuk melayani, gunakan kemampuan untuk menolong, dan gunakan harta dan uang untuk menghidupkan harapan.
Jangan sampai kita menjadi kaya di hadapan manusia tetapi miskin di hadapan Allah. Yesus tidak meminta kita membenci apa yang kita miliki, melainkan membebaskan hati kita agar apa yang kita miliki tidak menjadi tuan atas diri kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Perubahan Hidup Dimulai dari Pilihan Kita Sendiri
Ketika manusia tidak lagi diperbudak oleh harta, ia menjadi lebih bebas untuk mengasihi. Sebab Kerajaan Allah bukan milik mereka yang memiliki paling banyak, melainkan bagi mereka yang hatinya paling siap menerima Allah dan berbagi kehidupan dengan sesama.
Petikan BUSA-H #18/08/2026
“Jangan sampai kita begitu sibuk mengumpulkan harta, uang, jabatan, dan keberhasilan, sampai lupa bahwa yang paling berharga adalah hati yang tetap memiliki Allah.”
“Bencana mengingatkan kita bahwa rumah dapat runtuh dan harta dapat hilang, tetapi kasih yang kita berikan kepada sesama tidak pernah sia-sia di hadapan Allah.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Setia Saat Kasih Diuji
“Harta dan uang adalah berkat ketika berada di tangan kita, tetapi menjadi belenggu ketika ia sudah menguasai hati kita; milikilah harta dan uang, jangan sampai hartadan uang memiliki kita.”
“Kita tidak dipanggil untuk menjadi kaya di hadapan manusia, tetapi untuk menjadi kaya di hadapan Allah, dengan tangan yang rela berbagi, hati yang bebas mengasihi, dan hidup yang siap mengikuti Kristus.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





