Satu-Satunya Proyek DAK Rp 8,4 Miliar Dinas Kesehatan Sikka Dilelang
MAUMERE,dewadet,com-Satu-satunya proyek fisik yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka senilai Rp 8,4 miliar untuk pembangunan Puskesmas Rawat Inap Boganatar di Kecamatan Talibura dilelang mulai Senin 15 Juni 2026.
Fasilitas kesahatan berlokasi di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dengan Kabupaten Flores Timur rusak diterjang abu letusan Gunung Lewotobi Lak-laki yang berlangsung sejak akhir tahun 2024 dan masih berlangsung sampai saat ini.
“Sudah tahapan pengumuman. Sumber anggarannya DAK, sudah pasti ada uangnya, sedangkan proyek sumber yang dibiayai dari DAK BG (blok grand) belum pasti anggaran,” kata Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, Senin siang di ruang kerjanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, memastikan proyek pembangunan Puskesmas Bogantar sudah dilelang, setelah pihaknya mengajukan UKPBJ pada hari Jumat pekan lalu.
Baca juga:Hanya Satu dari 17 SPPG di Sikka Punya Ipal Modern, Pisahkan Limbah Air dan Lemak
“Di Sikka hanya Dinas Kesehatan yang mendapat DAK. Ya.., sepertinya satu-satunya proyek ini saja (dibiayai DAK). Di NTT hanya dua kabupaten yang mendapat DAK bidang kesehatan, Sikka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),” kata Herlemus.
Herlemus menjelaskan pembangunan Puskesmas ini mendapat atensi khusus Kementerian Kesehatan RI. Ketika tim Kemenkes datang ke Maumere mendapatkan informasi mengenai dampak kesehatan akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herlemus mengajak tim Kemenkes ke Puskesmas Boganatar.
Menyaksikan kondisi bangunan Puskesmas yang rusak parah mengundang keprihatinan mereka. Selanjutnya tanggal 21 Agustus 2025, Herlemus mendampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago melakukan audiens dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada para Dirjen.
“Seperti inilah jalan perjuangan kami mendapatkan anggaran pembangunan Puskesmas Boganatar. Kami tidak hanya beri laporan tapi undang tim turun lapangan menyaksikan keadaan,” kata Herlemus.
Baca juga:Bidan Bantu Persalinan di KM Dharma Rucitra dapat Apresiasi Ketua Pembina Posyandu Sikka
Ia berharap lelang proyek ini tidak ada hambatan, sehingga ditetapkan pemenang lelang, penandatanganan kontrak dan dimulai pekerjaanya.
“Kalau tidak ada halangan, perkiraanya sekitar tanggal 1-2 Juli 2026, proyek Rp 8,4 miliar sudah tanda tangan kontrak,” katanya.
Puskemas Bogantar menjadi Puskesmas Penyangga untuk masyarakat perbatasan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur akan melayani kesehatan bagi tujuh sampai delapan desa di Kecamatan Talibura, selain Puskesmas Watubain, berada di pusat kecamatan. *





