Yapenthom Rayakan HUT ke-79, Sekolah Pertama di Sikka Didirikan Raja Sikka
MAUMERE,dewadet.com-Yayasan Pendidikan Thomas (Yapenthom) Maumere di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelola sekolah menengah pertama tertua di Kabupaten Sikka, dan tertua kedua di Pulau Flores setelah SMPK Frateran Ndao, Ende menyelenggarakan HUT ke-79 tanggal 1 Agustus 2026.
Yayasan ini diprakarsai dan didirikan Raja Sikka, Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva tanggal 1 Mei 1947, dan SMP Yapenthom menyelenggarakan pendidikan perdana 1 Agustus 1949. Perayaan ini mengingatkan generasi akan jasa para pendiri dan menyiapkan kompetisi peserta didik di masa depan.
Yapenthom menaungi tiga SMP, yakni SMPK Yapenthom I, SMPK Yapenthom II, SMPK Santo Yohanes Nelle, dan SMKS Santo Yohanes XXIII.
“Sepertinya belum pernah dilakukan kegiatan (HUT) yang akan meriah publikasi yang besar sebelumnya. Kami di kepengurusan yang baru mencoba melakukanya,” kata Ketua Yapenthom, Ricky Mane Pareira, Jumat siang 24 Juli 2026 dalam jumpa pers di Maumere.
Baca juga:Tahun Ajaran Baru, SMP Santo Yohanes Nelle Terima Sembilan Peserta Didik Baru
Ricky didampingi Ketua Panitia HUT, Vicky da Gomez, Kepala SMKS Yohanes XXIII, dan Kepala SMPK Yapentom I, membagikan kisah Raja Don Thomas mendirikan sekolah ini. Di Sikka saat itu belum ada lembaga pendidikan apapun. Sekolah setingkat sekolah dasar atau sekolah rakyat, kemudian sekolah setara SMP dibangun oleh raja.
“Saat itu, raja mengalaminya sendiri. Sanak familinya yang mau sekolah harus ke Ende dan Makassar,” kata Ricky.
Ricky menjelaskan,perayaan HUT mengusung tema, “Yapenthom Buka Jalan Tebarkan Pendidikan Kuatkan Masa Depan.” Buka jalan artinya, Yapenthom sekolah pertama di Sikka.
Kemudian tebarkan benih bermakna didikan Yapenthom telah berkarya dimana-mana. Ricky menyebut nama Bupati Sikka (mantan), Sosimus Mitang (alm), dan Paulus Moa (alm), kemudian Wakil Bupati Sikka saat ini, Simon Subandi.
Baca juga:SMPK Santo Yohanes Nele Bebaskan Uang Sekolah, Beasiswa, Ortu Asuh dan Asuransi Kecelakaan
“Kita bisa bayangkan 79 tahun lalu di Sikka belum ada sekolah. Bukan hanya orang asal Sikka yang sekolah, tapi juga Flottim, Lembata, Ngada, dari mana-mana datang sekolah di Yapenthom,” Ricky menambahkan.
“Makna kuatkan masa depan, kami bertekad supaya yayasan ini mengutamakan bagi masa depan kabupaten, dan bangsa ini sesuai arah hidup banga dan negara ini,” katanya.
Dikatakanya, perlombaan dan pertandingan antarpeserta didik dari SMP dan SMK dibawah yayasan dilaksanakan pada 27 Juli sampai 1 Agustus 2026. Kemudian ziarah ke makam Raja Don Thomas, dan para penjasa.
Puncak perayaan HUT dan pembukaan tahun ajaran baru dilaksanakan misa syukur. Pada hari Sabtu diadakan jalan sehat melibatkan peserta didik, guru, karyawan, alumni pada para mitra.
Baca juga:Empat Inovasi Literasi Dinas Perpustakaan Sikka Diluncurkan di Hardiknas
Perayaan HUT dikatakan Ricky ditujukan untuk mensyukuri perjalanan yayasan pendidikan mencerdaskan generasi bangsa, momentum mengeratkan kebersamaan dalam lingkup Yapenthom. Memperkuat eksistensi yayasan dalam pendidikan, media menjalin solidaritas dalam lingkungan Yapenthom dan promosi yayasan dan sekolah asuhan. Selain juga menjadi wadah kreativitas dan prestasi peserta didik, dan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal mendukung program pendikan.
Peserta Didik Disiapkan Bersaing
Ketua Panitia HUT, Vicky da Gomez, menjelaskan ada 25 perlombaan dan pertandingan yang diadakan sifatnya edukatif, kelak akan dilombakan di tingkatan SMP dan SMA (SMK). Seperti lomba story telling (cerita pendek), pidato, monolog, assembly,
“Tidak sekedar berlomba, tapi justru lomba-lomba ini yang kelak dilombakan di tingkatan SMP, SMA/SMK dari kabupaten sampai tingkat nasional,” kata Vicky.
Baca juga:Di Pundak Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan ada Amanah Menggerakan Literasi
Menurut Vicky da Gomez, dari arena ini akan terpantau minat dan kemampuan para peserta didik.
“Kami baru mau mulai, justru anak-anak sudah terpacu untuk ikuti event ini. Harapoan kami kelak,mereka bisa bersaing di level kabupaten, provinsi bahkan nasional. Kalau prestasi mereka nanti sampai ke sana, yang akan bangga bukan hanya Yapenthom, guru dan peserta didik, tapi kabupaten dan provinsi ini juga ikut bangga,” kata Vicky. *




