Magdalena Tahan Air Mata, Nonton Afril di Barisan Paskibraka Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Magdalena Yuliana, ibunda Gregorius Paulus Afrizal, anggota Paskibraka nasional 2025 menunjuk Afril di televisi dalam upacara penurunan bendera HUT ke-80 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, MInggu sore di Istana Merdeka Jakarta. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Selesailah penantian Magdalena Yuliana menyaksikan putranya Gregorius Paulus Afrizal tampil dalam barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu sore, 17 Agustus 2025.

Afril, sapan sulung dari enam bersaudara ini akhirnya tampil di dalam barisan 17 Paskibraka upacara penurunan bendera.

Wajah siswa kelas XI SMAK Frater Maumere tampak selama 38 menit mengobati rasa was-was dan kerinduan ibunya, karena tidak muncul dalam upacara penaikan bendera Minggu pagi. Saking gembiranya sang ibu, lima kali dia menunjuk Afril di televisi ketika barisanya lewat.

Wajah Magdalena kadang tampak tegang. Dua tanganya dikatupkan ke dagu, entalah apa yang dirasakannya menyaksikan barisan Paskibraka di televisi milik tetangga rumahnya.

Baca juga: Mama Afril Tak Berkedip Ingin Lihat Anaknya di Barisan Paskibraka di Istana Merdeka

“Saya bangga dan terharu nonton Afril. Dia bisa tampil air mata saya hampir saja turun tapi saya tahan. Pokoknya perasaan saya campur aduk,” Magdalena Yuliana, usai menyaksikan upacara penurunan bendera HUT Kemerdekaan RI..

Ibu enam anak mengakui diliputi rasa was-was ketika tidak menyaksikan wajah Afril di layar televisi upacara kenaikan bendera Minggu pagi. Terlintas dalam benak, jangan sampai Afril berhalangan mungkin kelelahan selama latihan.

Beberapa kali handphonenya  berdering nada panggilan masuk, namun dia tidak meresponnya. Dia juga baru tahu kalau 76 anggota Paskibraka dibagikan kelompok pagi bertugas menaikan bendera dan kelompok sore menurunkan bendera.

“Saya juga tidak tahu akan dibagi dua kelompok. Tapi saya terpikir jangan sampai anak saya sakit,” katanya lagi.

Baca juga: Megawati Nostalgia Masa Muda Jadi Paskibraka, Purna Paskibraka Masuk Duta Pancasila

“Tapi dengan tampilnya dia tadi (sore), saya sudah plong. Saya senang sekali,” ujar Magdalena.

Magdalena mengakui, pencapaian Afril merupakan hasil kerja keras, disiplin dan doa yang tidak henti. Magdalena juga mengakui hasil ini buah dari displin dan sikap keras diterapkan kesemua anaknya.

Meski Afril juga sering berlaku keras dengan semua adiknya. Dia selalu berharap semua adik mengikuti pola hidupnya sejak kecil sampai saat ini.

Seluruh waktunya hanya dimanfaatkan untuk sekolah, latihan bela diri, membantu ibu menjual nasi kuning, bakso tusuk dan jagung bakar ketika akhir pekan di arena car free day Jalan El Tari Maumere atau ke sekolah sore hari menjalani ekstra kurikuler.

Baca jugaBerkah Jual Kompor Minyak untuk Periksa Kesehatan, Kisah Paskibraka Nasional dari Maumere

“Dia tidak keluar rumah sembarangan. Kalau dia keluar maka keperluannya ekstra kurikuler di sekolah, latihan bela diri dan membantu jualan,” imbuh Magdalena.

Selain Afril,  Provinsi NTT diwakili Merlin Anggraeni Mausali, siswi SMAN 1 Kalabahi, Kabupaten Alor.  Merlin tampil dalam apel kenaikan bendera, Minggu pagi. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan