Sebulan Tiga Warga Sikka Gantung Diri, Empat Bulan Empat Orang

Polisi mengevakuasi korban gantung diri di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang,Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Selasa 28 April 2026. (dok.polres sikka).

MAUMERE, dewadet.com-Empat orang warga Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mati gantung diri  selama empat bulan terakhir Januari-April 2026. Kejadian terbanyak pada bulan April tiga kasus gantung diri.

Kasus bunuh diri terbaru terjadi Selasa 28 April 2026 malam  di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang. Remaja putri,  HKN (13) gantung diri di pohon Pala, sekitar 30-an meter  meter dari rumahnya.

Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, merujuk keterangan saksi,  mengatakan pada hari Selasa sekitar pukul 18.00 Wita, HKN tidak berada di rumahnya.

Saksi HH (71) sudah berusaha mencari ke rumah keluarga dan tetangga sekitar, tapi dia tidak menemukan remaja putri yang duduk di bangku SMP ini.

Baca juga:Balita Histeris di dalam Rumah Lihat Ayah Gantung Diri di Dapur

“Dia (HH) bersama keluarga dan tetangga sekitar berusaha mencari lagi korban ke kebun di belakang rumah, sebab menurut HH, korban sering mengalami kerasukan. Dia sering pergi di sekitar Kampung Riidetut,” terang Leonardus.

Pencarian malam ini tidak menemukan korban, sehingga mereka semua kembali ke rumahnya masing-masing.

“Sekitar pukul 23.30 Wita, karena merasa gelisah korban belum pulang, HH bangun dari tidur, keluar rumah mencari korban. Sekitar 30-an meter dari rumah korban ke arah utara,  HH melihat korban sudah tergantung di dahan pohon Pala,” jelas Leonardus.

Dua kasus gantung diri di bulan April 2026 yakni hari Minggu sore, 12 April 2026. Oknum guru SMPN Nuba Arat, Kecamatan Kangae, YA (34) ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Desa Watuliwung, sekembalinya dari Kupang dengan pesawat Minggu siang.

Baca juga:Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar

Sedangkan pada Sabtu, Sabtu siang, 18 April 2026, AB (31) yang didiuga depresi karena sakitnya tak kunjung sembuh gantung diri di dapur rumahnya di Dusun Jedawair, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Skka.

Pada hari kejadian itu, istri dan anak sulung korban berangkat ke Kampung Nataleba di Kecamatan Waigete, sebelah timur Kota Maumere.  Sedangkan di rumahnya, hanya AB ditemani balita yang tak disebut identitasnya bersamanya.

Kasus perdana gantung diri tahun 2026 diawali MGH (12).  Murid sekolah dasar di Kampung Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita ditemukan meninggal tepat pada perayaan tahun baru, hari Kamis  tanggal 1 Januari 2026. MGH ditemukan gantung diri di pohon jeruk di halamanan belakang rumah neneknya sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban ditemukan pertama kali oleh MAW (59) neneknya. Sekembali mengikuti perayaan misa di kapela, MAW masuk ke dalam rumah memanggil MGH. Tak ada suara yang menyahut panggilanya, MAW mencari-cari korban di dalam rumah, juga tak menemukanya.

Baca juga:Bunuh Diri Beruntun, Wakil Bupati Sikka: PR Bersama Cari Solusi

Ia meneruskan pencarian di halaman belakang rumah. MAW terkejut menemukan MGH tergantung pada pohon jeruk. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan