Rabu, 13 Mei 2026. Hari Biasa Pekan VI Paskah. Kisah Para Rasul 17:15.22-18:1; Yohanes 16:12-15

Oleh: RD.Fidelis Dua

SAUDARA-saudari terkasih, Santo Yohanes dari Salib pernah berkata, “Allah lebih menuntun jiwa manusia melalui malam yang gelap daripada melalui terang yang langsung menyilaukan.”

Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa dalam hidup, manusia sering ingin memahami semuanya sekaligus. Kita ingin tahu mengapa doa belum dikabulkan, mengapa penderitaan datang, mengapa hubungan retak, mengapa masa depan terasa kabur, atau mengapa jalan hidup tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, Tuhan tidak selalu memberi jawaban lengkap pada saat itu juga. Kadang Ia hanya memberi cukup terang untuk satu langkah berikutnya. Di situlah iman diuji: apakah kita tetap percaya ketika belum mengerti semuanya?

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk percaya bahwa Roh Kudus tetap bekerja, bahkan ketika hidup terasa membingungkan dan Tuhan tampak diam.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Percikan Harapan di Tengah Kegelapan

Paulus memberikan teladan yang sangat menarik ketika berada di Atena, kota yang penuh dengan pemikiran, filsafat, dan berbagai kepercayaan. Ia melihat sebuah mezbah bertuliskan “Kepada Allah yang tidak dikenal,” lalu dari situ Paulus mulai mewartakan Allah yang sejati kepada mereka.

Paulus tidak langsung menghakimi atau menyerang budaya mereka, tetapi mencari titik perjumpaan agar Injil dapat dimengerti. Namun, ketika Paulus berbicara tentang kebangkitan, ada yang menertawakan dia, ada yang menunda untuk mendengar lagi, dan hanya sedikit yang akhirnya percaya.

Di sini tampak bahwa mewartakan kebenaran tidak selalu menghasilkan penerimaan yang besar. Kadang hanya sedikit orang yang mau membuka hati.

Dalam hidup sehari-hari pun demikian. Ketika seseorang memilih jujur di tengah budaya manipulasi, tetap setia di tengah godaan perselingkuhan, atau mempertahankan iman di tengah lingkungan yang sinis terhadap agama, ia mungkin dianggap aneh atau ditolak.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Melahirkan Kasih

Namun Paulus mengajarkan bahwa tugas orang beriman bukan pertama-tama mencari popularitas, melainkan tetap setia menyampaikan kebenaran dengan bijaksana, sabar, dan penuh hormat.

Dalam Injil, Yesus berkata bahwa masih banyak hal yang ingin disampaikan kepada para murid, tetapi mereka belum sanggup menerimanya. Karena itu, Yesus menjanjikan Roh Kudus, Roh Kebenaran, yang akan menuntun mereka kepada seluruh kebenaran.

Sabda ini sangat manusiawi sekaligus menghibur. Tuhan tahu bahwa manusia bertumbuh secara perlahan. Ia tidak memaksa kita memahami seluruh misteri hidup dalam sekejap. Roh Kudus bekerja dengan lembut dalam perjalanan hidup kita: melalui doa yang sederhana, nasihat orang tua, pengalaman jatuh bangun, kegagalan yang menyadarkan, bahkan melalui air mata dan penantian panjang.

Kadang kita kecewa karena merasa Tuhan diam, padahal sebenarnya Roh Kudus sedang membentuk hati kita agar lebih dewasa dan siap menerima kehendak-Nya. Banyak orang baru mengerti makna suatu penderitaan setelah melewatinya. Banyak orang baru memahami arti kesetiaan setelah mengalami pengkhianatan. Dan banyak orang baru menyadari kasih Tuhan justru ketika mereka merasa paling rapuh.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dalam Kasih Kristus, Hidup Menemukan Arah

Roh Kudus tidak selalu memberi jawaban instan, tetapi Ia menuntun hati manusia sedikit demi sedikit menuju pengertian dan kedewasaan iman.

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk belajar berjalan bersama Roh Kudus dengan hati yang percaya dan terbuka. Jangan memaksa Tuhan menjelaskan seluruh rencana hidup sekaligus. Jangan menyerah hanya karena hari ini kita belum melihat jawabannya.

Tuhan sering kali tidak menunjukkan seluruh jalan di depan mata, tetapi Ia selalu memberi terang untuk langkah berikutnya. Karena itu, tetaplah berdoa, tetaplah setia, dan tetaplah membuka hati bagi tuntunan Roh Kudus.

Di tengah dunia yang sering bingung membedakan kebenaran dan kebohongan, orang beriman dipanggil untuk tetap hidup dalam terang Kristus. Roh Kudus sanggup mengubah kebingungan menjadi pengertian, ketakutan menjadi keberanian, luka menjadi kebijaksanaan, dan penderitaan menjadi jalan keselamatan.

Baca jua:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bukan Menjadi Tuan, Melainkan Hamba

Bila kita berjalan bersama Roh Kudus, kita mungkin tidak selalu mengerti seluruh jalan hidup ini, tetapi kita akan selalu dituntun menuju kebenaran dan damai Allah.

Petikan BUSA-H untuk kita:

”Roh Kudus tidak selalu menunjukkan seluruh jalan hidup sekaligus, tetapi Ia selalu memberi terang yang cukup agar kita berani melangkah dalam iman.”

”Sering kali Tuhan tidak segera menjelaskan alasan dari setiap luka, tetapi melalui luka itu Roh Kudus perlahan membentuk hati yang lebih dewasa, lembut, dan kuat.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dipilih Kristus untuk Berbuah

”Orang yang berjalan bersama Roh Kudus mungkin tidak selalu mengerti ke mana hidupnya diarahkan, tetapi ia percaya bahwa setiap langkahnya sedang dituntun menuju kebenaran dan damai Allah.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@ 

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan