MAUMERE,dewadet.com-Dua setengah bulan menjelang akhir tahun 2025, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sikka mencapai 72,95 persen atau sekitar Rp 82,2 miliar lebih dari total target Rp 113 miliar.
Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, mengaku optimis bisa mencapai target 100 persen. Semua staf dinas pendapatan terus bekerja optimal memenuhi target tersebut.
“Prosentase ini sampai tanggal 3 Oktober 2025. Target saya 100 persen sampai akhir tahun 2025,” kata Benyamin, Jumat siang 10 Oktober 2025 di Maumere.
Perincian perolehan PAD sampai saat ini mencakup pajak 64,71 persen dan retribusi 70,91 persen, perolehan dari kekayaan daerah 63,59 persen dan lain-lain pendapatan yang sah 98,12 persen.
Baca juga:Forum Warung Makan Maumere Ciut Hadapi Kaban Pendapatan Sikka Bahas Pajak Makan dan Minum
“Retribusi terbesar masih berasal dari BLUD RSUD dr.TC Hillers Maumere sebesar 84,32 persen,” kata Benyamin.
Benyamin mengatakan penagihan pajak gencar dilakukan melibatkan semua staf kantor dinas pendapatan. Mereka yang melakukan penagihan pajak, demikian Benyamin, wajib membawa pulang tagihan yang diperolehnya.
“Kalau tidak bawa tagihan pajak, uang perjalanan tidak dibayarkan. Dengan pola ini, staf yang turun pasti kembali membawa pajak. Mereka harus temui wajib pajak untuk membayarnya,” katanya.
Dikatakanya, penagihan yang dilakukan oleh staf dinas pendapatan juga menjadi salah satu langkah menghindari penyalahgunaan atau kebocoran pajak. Beberapa kejadian di desa-desa, kata Benyamin,pajak yang disetor oleh wajib pajak tidak diteruskan ke kabupaten.
Baca juga:Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Sikka: Uji Petik Omset Bikin Shok Pengelola Rumah Makan
Pajak Makan Minum
Sementara pajak makan minum yang sempat direspon negatif hingga penutupan rumah makan, restoran oleh pemilik rumah makan beberapa waktu lalu, kata Benyamin, realisasinya lumayan baik.
Para pemilik rumah-rumah makan menyadari kekeliruan dan mulai tertib membayar kewajibanya. Dinas Pendapatan Kabupaten Sikka telah memasang 40 unit M-Pos di rumah-rumah makan untuk mengontrol pendapatan dari rumah makan.
Pemasangan M-Pos tersebut terhubung dengan dasbor di Kantor Dinas Pendapatan Sikka sehingga bisa mengikutinya setiap saat.
“Laporan pajak rumah makan disesuaikan dengan dasbor yang ada di kantor. Ini cukup transparan dan akuntabel,” imbuh Benyamin.
Baca juga:Pemilik Rumah Makan Demo ke DPRD, Wabup Sikka: Konsumen Sudah Bayar
Menurut Benyamin, PAD yang baik dan bertumbuh manakala ada investasi di daerah. Menanggapi efisiensi keuangan secara nasional yang berdampak terhadap semua daearah di Indonesia, Benyamin menyarankan pemerintah memanfaatkan semua aset pemda, tanah dan bangunan bisa disewakan kepada pihak ketiga.
‘Manfaatnya ganda. Bukan hanya daerah menerima pendapatan, tetapi juga akan pajak, semisal pajak listrik dan reklame, penyerapan tenaga kerja,” kata Benyamin. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eugenius Moa






