Derita Warga Kolibuluk, Jalan Rusak Hingga Debu Masuk Rumah, Dilindas Puluhan Truk Pasir dan Batu  

Truk angkutan pasir sedang melintas di Jalan Lingkungan Kolibuluk, Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Selasa 16 September 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Puluhan rumah tangga yang mendiami Lingkungan Kolibuluk di Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, setiap hari menikmati debu jalan yang terbang ke rumah-rumah mereka ketika dump truk angkutan pasir dan batu melindas jalan lingkunghan di wilayah itu.

Penderitaan warga telah berlangsung bertahun-tahun semenjak beroperasinya tambang batu dan pasir berlokasi di Watutena,sebelah timur dari pemukiman warga.

Setiap hari kecuali pada hari Minggu, sekitar pukul 06.00 Wita, truk-truk mulai masuk ke Jalan Lingkingan dari arah  barat Jalan Nelle-Maumere di samping Posyandu Kolibuluk menuju lokasi penambangan. Kemudian kembali dengan memuat penuh pasir dan batu di dalam bak truk. Truk berjumlah belasan sampai puluhan yang melintas setiap waktu akan berhenti sekitar pukul 18.00 Wita.

Pada saat truk-truk tersebut melintas, entah kosong atau penuh muatan, debu jalan akan beterbangan. Lebih mengenaskan ketika truk-truk tersebut lewat dan muncul angin, debu terbang  mirip angin putting beliung.

Baca juga:Siap-Siap!Festival Jelajah Maumere Usung Tema Wini Ronan, Lumbung Benih

Kondisi jalan lingkungan telah rusak sekitar tiga tahun belakangan. Bertambah hari semakin rusak. Pada ujung jalan sebelah barat kondisinya lebih rusak, deker tak lama lagi akan jebol.

Batu-batu mangga yang bermuncul dan membentuk banyak lubang di sepanjang jalan lingkungan, sehingga ketika melintas dengan sepeda motor atau mobil kecil harus mengunakan persneling kecil, satu satu dua.

Warga yang kecewa dengan keadaan ini beberapa kali memalang jalan rabat mengunakan batu-kali ukuran besar, potongan kayu-kayu besar atau bambu. Sementara pemerintah Desa Nelle Lorang dan Kecamatan Nelle tak ambil pusing dengan keadaan ini.

Tentang tambang yang beroperasi di Watutena, saban hari mencuat di ruang sidang DPRD Sikka, Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha, belum memastikan statusnya legal atau ilegal.

Baca juga:Siap-Siap!Festival Jelajah Maumere Usung Tema Wini Ronan, Lumbung Benih

“Status tambang tersebut diurus oleh UPTD Diinas Pertambangan Provinsi NTT. Tanya langsung kepada mereka. Itu kewengan provinsi,” kata Buang da Cunha, Kamis siang 18 September 2025.

Sementara anggota DPRD Sikka asal Kecamatan Nelle, Yunus Noce Fernandez menyarankan Kepala Desa Nelle Lorang, BPD bersama staf  menututup saja Jalan Lingkungan Kolibuluk agar truk  tonase besar tidak melintas.

“Truk angkutan material batu dan pasir harus  lewat jalan kabupaten,” kata Noce Fernandez, Kamis siang. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan