Romanus Woga Ibaratkan Koperasi Desa Merah Putih, Matahari Tenggelam Sebelum Terbit
Maumere,Dewadet.com-Kekhawatiran gagal Koperasi Desa Merah Putih digagas Presiden RI, Prabowo Subianto dilontarkan tokoh Koperasi Kredit (Kopdit) nasional, Romanus Woga.
“Kalau ini (Koperasi Desa Merah Putih) terjadi maka saya bisa pastikan Koperasi Desa Merah Putih ibarat matahari tenggelam sebelum terbit dan bersama menyinari bumi Persada Nusantara,” sindir Romanus Woga, kepada Dewadet.com di Maumere, Senin 28 April 2024.
Romanus menegaskan koperasi apapun harus memahami secara benar jati diri koperasi yang dianut di seluruh dunia, tidak terpisahkan satu sama lain sehingga merupakan kesatuan, yakni organisasi, nilai dan prinsip-prinsip.
Ketiga elemen ini diibaratkan sebagai manusia. Organisasi sebagai tubuh, nilai sebagai roh dan prinsip-prinsip sebagai tingkah laku.Nilai-nilai tersebut terutama nilai swadaya dan swatanggungjawab.
Baca juga: Koperasi Merah Putih, Jangan Ulangi Program BBM dan Anggur Merah
“Banyak koperasi mati atau ‘colaps’ karena bertentangan dengan nilai swadaya,” tegas Romanus.
Romanus menyebut tujuh dosa koperasi atau ‘the seven deadly cooperation sins.’ ’External depedincy‘ yakni ketergantungan kepada pihak luar, padahal dasar inti koperasi dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota.
Semboyan ini, tandas Romanus bukan sekedar basa-basi, karena merupakan motto, kunci utama supaya koperasi dapat berjalan sesuai jati dirinya.
Baca juga: Pembelaan Oknum Polisi Tabrak Pejalan Kaki:Beri Uang, Sapi, Beras dan Moke
Menolong diri sendiri, dikatakan Romanus telah menjadi tradisi dan sekaligus nilai yang dianut koperasi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kemandirian itu ditempatkan dalam kerangka hidup dengan menolong diri sendiri.
Kalau ada pertanyaan apakah koperasi bisa mandir? Hal tersebut muncul karena kenyataan di lapangan yang paradoksal, koperasi yang menganut nilai dan prinsip diri sendiri dalam kenyataannya mampu untuk mandiri.
Mengapa koperasi umumnya hidup dalam ketergantungan? Sejarahnya cukup panjang. Ketergantungan koperasi kepada pihak luar terutama terlibatnya pemerintah dalam pengembangan koperasi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pengadilan Negeri Maumere Vonis 9 Tahun Penjara Polisi Tabrak Pejalan Kaki
Mantan Wakil Presiden Koperasi Kredit Asia ini membeberkan keterlibatan pemerintah jajahan Inggris di India mengembangkan koperasi pada akhir abad ke-19. Saat itu koperasi (kredit) dikenalkan untuk mengurangi kemiskinan para petani di India.
Pemerintah jajahan Inggris tahu benar bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat India tidak memungkinkan mereka mendirikan koperasi. Untuk membantu berdirinya koperasi dan tidak meninggalkan prinsip swadaya, maka dipertahankan dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota.
“Bukan seperti gagasan pemerintah Indonesia. Dari BUMN, oleh dana desa untuk anggota Koperasi Merah Putih,” tegas mantan Wakil Bupati Sikka periode 2019-2023. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





