Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, ‘Jurus’ GM Obor Mas Meluluhkan Menko Perekonomian

Mantan Menko Perekonomian, Dr. Darmin Nasution (kiri) dan GM Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering. (dok.dewadet.com).

MAUMERE,dewadet.com-Pertemuan Komite Kebijakan Penyaluran KUR memutuskan tidak melibatkan koperasi menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) disampaikan Menkop UKM, AAN Puspayoga.Komite tersebut beranggotakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat itu dijabat Dr.Darmin Nasution, Menkop UKM, Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menkop UKM seperti dikutip oleh General Manajer (GM) Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering memberi tawaran apakah masih bisa koperasi yang ingin menjadi penyalur KUR bertemu Menko Perekonomian.

Jawaban Darmin Nasution kalau dia punya waktu memberi peluang. “Dia (Pak Darmin Nasution) mengatakan,’Iya!. Kalau saya ada waktu boleh,” cerita Yanto, sapaan Frediyanto penuh semangat.

“Kalimat itulah yang dipegang oleh Pak Menkop UKM (AAN Puspayoga), sehingga ketika selesai rapat diinformasikan kepada Pak Bram diteruskan ke saya.Kalau begitu kita atur waktu untuk ketemu,” kisah Yanto.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Proposal Nyaris Ditolak Kemenkop

Keinginan bertemu Dr. Darmin Nasution akhirnya terwujud sekitar bulan Desember 2016, sebulan pasca pertemuan Komite Kebijakan Penyaluran KUR.

Ditemani oleh Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Braman Setyo,Yanto bertandang ke ruang kerja Menko Bidang Perekonomian.

Tak terbayangkan oleh Yanto. Langkah kaki keduanya baru saja menyentuh pintu ruangan kerja Menko Perekonomian, Darmin Nasution langsung ‘menyemprotnya’.

“Baru di depan pintu. Dia langsung bilang, inikah koperasi yang mau jadi penyalur KUR? Saya jawab, iya pak dari Kopdit Obor Mas.”

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, Buah Kerja Keras Empat Tahun Menata Diri

“Anda tidak tahu e. KUD-KUD itu luar biasa menghancurkan KUT (Kredit Usaha Tani). Dana triliunan rupiah sampai sekarang menjadi hutang negara yang belum dihapus,” nada tinggi Darmin Nasution..

“Lalu kau sekarang mau menjadi penyalur KUR. Apakah mau hancurkan lagi KUR? tantang Darmin Nasution.”

“Tidak pak! Yanto menenangkan diri.”

Selama beberapa waktu dikotbahi Dr. Darmin Nasution, Yanto dan Braman Setyo tidak dipersilahkan duduk. Ketika ia jedah bicara beberapa detik,Yanto memberanikan diri bertanya apakah keduanya boleh duduk.

Baca juga:Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus, Kopdit Obor Mas Harus Menjadi Obor Memberi Harapan

“Saya bilang, ijin bapak. Apakah kami boleh duduk? Ayo duduk. duduk! Perintah,” Darmin Nasution belum menurunkan nada suaranya.

“Dia belum lagi lanjut bicara, saya bilang bapak bolehkah saya minum (air kemasan)? O… boleh minum,” Yanto mengenang kembali pertemuan kala itu seperti dituangkan dalam Buku 50 Tahun Kopdit Obor Mas, Terus Menjadi Cahaya.

Ternyata Menko Perekonomian belum juga mengakhiri ‘kotbahnya’ mengenai KUT. Dia menyatakan KUT yang disalurkan lewat KUD hancur semua. Dalam hati kecil, Yanto bergumam anggota (KUD) memang tidak kembalikan dan juga disalahgunakan oleh pengurus. Manajemen KUD juga buruk.

“KUT menjadi hutang negara triliunan rupiah yang belum dihapus” tegas Darmin Nasution.

Baca juga:SK Menko Perekonomian Pukul 21.41 Wita, Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar

“Saya dengar saja dia omong. Saya minum terus air,” kisah Yanto mengundang tawa.

“Saya perhatikan dia sudah selesai omong. Saya tanya apakah bapak sudah selesai omong? Apakah saya boleh omong? Boleh!

“Kamu mau omong apa? Dia pakai bentak,”Yanto tersenyum mengenangnya.

Di dalam ruangan Menko Perekonomian itu dilihat Yanto terpasang LCD.

Baca juga:SK Menko Perekonomian Pukul 21.41 Wita, Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar

“Apakah saya boleh pinjam layar LCD-nya bapak? Saya tampilkan dulu koperasi saya biar bapak bisa lihat. Durasinya tidak lebih dari 5 menit, kalau saya diizinkan,” pinta Yanto.

“Boleh! jawabnya tegas. Ia memanggil sekretaris memerintahkan membantu Yanto mengoperasikan LCD.

“Saya buka laptop. Sekretaris minta supaya di-copy saja pakai flash. Saya katakan laptop saya ini tidak boleh ditusuk flash. Kecuali flash baru sama sekali. Kalau yang bekas tidak. Saya harus jaga tidak boleh ada virus yang masuk dalam laptop saya,” alasan Yanto kepada Sekretaris Menko Perekonomian.

“Saya buka. Apakah bapak sudah siap untuk nonton. Dijawabnya. Iya!.

Baca juga:Pemprov NTT Tidak Tahu Siapa Saja Penerima KUR Rp 2,5 Triliun

“Saya tampilkan. Tampilan perdana lagu Sikka (Gemu Fa Mi Re). Irama lagu menghentak mengejutkan Darmin Nasution. Sesudahnya gambar gedung, pengurus mengenakan seragam yang bagus-bagus. Berturut-turut anggota binaan, sawah, ternak ayam, komoditi, kios-kios. Semuanya saya tampilkan. Seperti foto-foto di kalender. Terakhir profil Obor Mas. Kunjungan Menkop Syarief Hasan pada perayaan 40 tahun 2012 juga saya tampilkan semua,” kata Yanto.

“Saya lirik dia angguk-angguk. Dalam benak saya, semoga dia senang!

“Ini profil koperasi saya. Apakah bapak masih belum yakin, saya menjadi penyalur KUR dan akan berhasil baik,” tanya Yanto.

“Saya bukan KUD. Tapi saya Kopdit,” ujar Yanto lagi.

Baca juga:Pesan Romanus Woga; KUR Rp 200 Miliar, Semua Tergantung Anggota, Utamakan Pelayanan

“Iya saya tahu! Saya punya keluarga di Sumatera sana juga banyak yang jadi anggota CU juga to?

“Kamu kan CU juga? Iya pak. CU dibawa ke Indonesia oleh seorang Pastor Jerman. Tapi bukan untuk mengkristenkan semua orang. Tapi dia membawa misi, aku susah engkau bantu. Engkau susah aku bantu. Inilah koperasi saya,” kata Yanto.

Tambahkan Kalimat Kata Bank dan/Koperasi

“Saya perhatikan wajah Pak Darmin Nasution mulai angguk-angguk-angguk.”

Baca juga:KUR Kopdit Obor Mas; Anggota Leluasa Beli Hasil Bumi di Kolbano Dijual ke Kupang

“Iya! Tapi inikan koperasi simpan pinjam. Iya pak. Hanya namanya koperasi kredit. Sebentar lagi saya akan tambahkan di bagian depan nama Kopdit dengan KSP (Koperasi Simpan Pinjam),” Yanto menimpali.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Braman Setyo, menyaksikan dialog itu nyaris luput dari ‘bidikan’ Darmin Nasution.

“Dia tanya ke Pak Braman Setyo. Kau sebagai apa? Saya sebagai Deputi Pembiayaan. Kuasa Pengguna Anggaran di Kemenkop UKM ditunjuk Pak Menkop mendampingi dia (GM),” jawab Braman.

“Wah kau punya kuasa besar ni!. Kenapa duduk diam saja dari tadi. Ini koperasi bagus. Ini bagus,” Darmin mengulangi penegasannya.

Baca juga:Penghargaan Ketiga Kopdit Obor Mas,”Dari Lilin Kecil di Pelosok, Kami Terus Bersinar”

“Kita harus perjuangkan ini,” ujar Darmin Nasution.

Yanto mengikuti alur pembicaraan kembali memanfaatkan kesempatan untuk bicara.

“Lalu bapak. Saya sudah baca aturan penyalur KUR. Kuasa (Permenko) ada di tangan bapak. Kuasanya ada di bapak,” sergah Yanto mengejutkan Darmin Nasution.

Yanto kembali mengulanginya. “Saya sudah baca Permenko. Kuasanya ada di tangan bapak. Hanya (Permenko) perlu ditambahkan KUR bisa disalurkan oleh bank dan/koperasi yang memenuhi syarat menurut penilaian Kemenko,” kata Yanto. 

Baca juga:BRI Maumere Salurkan KUR Rp 256 Miliar, Pinjaman KUR Bukan untuk Bangun Usaha Baru, Tapi…

Yanto melanjutkan, “hanya itu saja yang perlu ditambahkan. Kalau bapak sudah tambahkan, kami bisa menjadi penyalur KUR. Tinggal kuasa bapak saja,” imbuh Yanto lagi.

“Iya bagus!, Tapi pak deputi agendakan supaya disampaikan untuk dirubah. Ini bagus ni. Kalau koperasi kayak gini, saya yakin bisa penyalur KUR,” sambung Darmin Nasution. (Bersambung).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan