Mama Noni Desak Polisi Temukan Rambut, Jari Tangan, HP dan Pakaian Anaknya
MAUMERE, dewadet.com– Tiga tersangka pembunuhan remaja putri, STN alias Noni (14) sudah di tangan Kepolisian Resort Sikka. Namun hilangnya rambut kepala, tiga jari tangan, serta barang pribadi korban handphone, dan pakaian,tak ada bercak darah didesak Maria Yohana Nona supaya ditemukan polisi.
Keluarga korban menuntut aparat kepolisian mengungkap barang bukti tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Sikka, Jumat 27 Maret 2026 di Maumere. RDP yang dipimpin Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi, dihadiri Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi dan Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga.
Noni, pelajar kelas II SMP MBC Ohe diketahui memiliki rambut yang panjang. Namun saat jasadnya ditemukan di kali Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, kepalanya plontos, tinggal sehelai rambut. Begitu juga tiga ari korban terpotong, padahal pelajar Kelas 2 SMP MBC Ohe, Kecamatan Hewokloang tersebut memiliki jumlah jari yang lengkap sebagaimana manusia normal.
Keluarga korban mendesak penyidik meminta tiga tersangka menunjukkan barang bukti yang belum ditemukan.
Baca juga:Si Kakek Pindahkan Jasad dan Sembunyikan Barang Bukti Pembunuhan Pelajar SMP Ohe
Maria Yohana Nona, ibu kandung Noni, mengatakan jika penyidik tidak mampu melakukan interogasi untuk mengungkap keberadaan barang-barang bukti yang hilang, dia menyarankan agar keluarkan saja tersangka guna menunjuk langsung barang-barang dimaksud.
“Saya minta tolong, bukti-bukti yang belum diketemukan, tolong harus diketemukan, sepertinya (polisi) tidak ada usaha lagi,” tegas Maria.
Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga mengakuin rambut dan dan pakaian yang hilang. Namun, pakaian yang hilang, jelas dia, anak pelaku mengaku membuangnya ke sungai.
Sedangkan rambut, menurut dokter forensik, kata Reinhard, pada proses pembusukan lanjut keadaan rambut yang mudah dilepas atau rontok diakibatkan jaringan kulit kepala mengalami kerusakan akibat pembusukan, sehingga akar rambut tidak kuat melekat pada fiokel rambut tersebut.
Baca juga:Anak, Ayah dan Kakek Tersangka Dugaan Pemerkosaan dan Pembunuhan Pelajar SMP di Sikka
Namun, Reinhard tidak merespon pernyataan keluarga korban terkait handphone korban, tiga jari korban yang terpotong, dan tidak adanya bercak darah di lokasi kejadian. *





