MAUUMERE,dewadet.com-.Salah satu Kepala Organisasi Pemerintahan (OPD) di Kabupaten Sikka, MD yang dituduh mengirim direct message (DM) foto vulgar kepada AW angkat suara. MD menegaskan akunya telah dibajak sejak bulan Juni 2026 dan dia telah dilakukan klarifikasi.

“Saya dapat informasi ini dari teman ASN (perempuan) juga. Akun tersebut sempat DM kepada teman ASN ini tanggal 7 Juni 2026. Malam itu, ibu ini  juga kirim ke saya.  Dia yakin bukan akun saya, dan ibu itu juga tahu,” kata MD ketika dimintai konfirmasi Minggu malam.

Pada malam tanggal 7 Juni 2026, MD melakukan klarifikias ke akun FB miliknya dilengkapi dengan screenshot.

“Malam itiu juga saya sampaiken ke akun FB saya dengan screenshot foto bahwa ini bukan  saya. Mohon maaf jika ada yang percakapkan dengan anda semua.  Ini semua bukan akun saya, mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini,” kata MD. Potongan pesan ini juga dibagikan MD kepada wartawan semalam.

Baca juga:Germo dan PSK Minta Ganti Pembalut Kabur dari Kantor Satpol PP

Selanjutnya, tanggal 1 September 2026, MD dihubungi Tomi Bataona dari YLBH meminta waktu bertemu membicarakan sesuatu urusan penting.

Ia menyilahkan mereka menemuinya pada hari Kamis pagi di ruang kerja. Ada tiga orang yang hadir, salah satunya Tomi Bataona.

“Mereka tunjukkan akun MD. Saya  bilang bukan saya. Akun fake ini justru sudah operasi sejak bulan Juni 2026. Saya sudah sampaikan klarifikasi sejak 7Jiuni 2026 ke FB saya,” kata MD.

Tuduhan foto-foto fulgar:? “ Saya bilang bukan foto saya. Bukan akun saya,” tegas MD lagi.

Baca juga:Empat PSK Mengidap Penyakit Raja Singa dan Seorang Hamil Diamankan Satpol PP dari Rumah Warga Maumere

Dalam pertemuan itu, MD menegaskan sebetulnya dirinya juga  korban.

“Korban sebenarnya saya bukan ibu itu. Jadi kami bicarakan nanti kita sama-sama cari untuk lapor polisi untuk cari akun ini,” katanya.

Pada pertemuan hari Kamis, 3 September 2026, MD juga sudah kontak salah satu  anggota Intel Polda NTT menyampaikan akun palsu ini.

Ketika diskusi berlangsung, MD dipanggil bupati untuk sesuatu urusan. Sehingga ia minta mereka  menunggu sampai dirinya kembali bertemu bupati.

Baca juga:Tarif Kos Milik ASN Diduga Prostitusi Online Digerebek Pol PP di Ende, Sehari Rp 250 Ribu, Seminggu Rp 1,750 Ribu

“Saya juga sampaikan kepada pak bupati,  saya agak terlambat karena ada tamu datang. Ada akun palsu yang gunakan foto saya. Pak bupati bilang supaya hati-hati berikan emei kepada orang lain,” kata MD.

MD yakin, akunya bukan hanya dibajak atau di-hack, tetapi pelaku membuat akun baru dengan mengatasnamakan MD.

“Saya akan laporkan akun palsu ini dan YLBH  dengan ibu itu. Saya tidak kenal memang. Ibu itu juga ada pada hari Kamis kami beretmu setelah saya kembali dari bertemu bupati,” kata MD.

Ia melanjutnya, awalnya hanya tiga orang yang menemuinya. Namun, MD sarankan kalau bisa kontak dengan ibu itu.  Ketika kembali dari bertemu bupati, ibu itu juga sudah ada.

Baca juga:Dugaan Prostitusi Online di Ende, Ibu Kos Tak Tahu Aktivitas Penghuni, Mucikari Bungkam  

“Besok (Senin) kami laporkan ke polisi lalu bikin konferensi pers,” tegas MD.

MD mengku kecewa tuduhan  kepadanya  sampai muncul ke media.   “Kami bertemu hari Kamis untuk sama-sama lapor akun ini ke polisi, karena saya sesungguhnya juga korban. Bukan hanya ibu. Saya korban utama. Kenapa tiba-tiba saja buat berita,.” katanya.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan