Diklat Karyawan, GM Kopdit Obor Mas Tekankan Sikap Tahu Diri, Jujur dan Rendah Hati Layani Anggota

General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering menekan kepada karyawan magang peserta pendidikan dan latihan (Diklat) memahami diri sebagai pelayanan anggota yang menuntut darinya sikap jujur, tahu diri dan rendah hati.

Diklat berlangsung lima hari dibuka Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando, Selasa pagi, 2 Desember 2025 di Kantor pusat Jalan Kesehatan Kota Maumere.

“Hari ini anda diterima menjadi pelayan di Kopdit Obor Mas, karena itu  harus belajar tahu diri, urus diri menjadi pelayan, dan menjadi diri yang berkualitas,” tandas Yanto, sapaan Frediyanto dalam seremoni pembukaan.

Yanto, peraih Satya Wira Karya dari Presiden RI pada 2018 mendorong karyawan magang punya semangat kerja fokus, terukur dan total melayani anggota, sehingga mereka pulang dengan puas. Maka, dituntut dari seorang karyawan, pertama memiliki sikap jujur, melayani anggota koperasi simpan pinjam atau KSP.Janganlah mengunakan sesuatu yang bukan milikmu.

Baca juga:Jati Diri CU sampai Layanan Anggota, Pengelola Kelompok Sahabat Obor Mas TTS Jalani Diklat

“Setiap hari  kita lihat dan pegang uang jutaan, ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Intergritas diri harus kuat.dari godaan apapun. Kalau pun susah sekali bahkan di rumah tidak ada beras sekalipun jangan ambil uangnya orang. Sudah banyak karyawan yang jatuh karena tidak jujur,” tandas Yanto.

Kedua, rendah hati. Yanto mencontohkan pelayanan kepada orang miskin dan sakit yang dilakukan oleh Bunda Theresa dari Caluta, India. Dia berkata bahwa “saya berikan pelayanan dengan segenap hati. Mereka (orang-orang miskin yang dilayani) adalah saudara saya,” Yanto mengutip pernyataan Bunda Theresa.

Ketiga, melayani anggota dengan hati.Ketika melamar kerja di Kopdit Obor Mas berarti melamar menjadi pelayan, maka lakukanlah dengan hati. Lihatlah anggota seperti dirimu melayani dirimu sendiri. Karena itu perlu sikap sapa dan rendah hati. Kita tidak menciptakan posisi diri kita lebih tinggi dari orang yang dilayani.

“Lihatlah pelayanan di hotel dan restoran. Mereka begitu rendah hati melayani tamu. Menanyakan keperluan mereka, bahkan mereka tanyakan apakah pelayanan mereka memuaskan atau tidak. Tapi, rendah hati yang dimaksudkanya bukan merendahkan diri,” tegas Yanto.

Baca juga:Handriyanto, Klaim Biaya Perawatan,Meninggal Diberi Dana Duka dan Asuransi Kopdit Obor Mas   

Mengutip pernyataan Roby Tulus, tokoh Inkopdit tentang komunikasi yang efektif dalam pertemuan zoom, Selasa pagi tadi,  dia  menekankan tiga hal komunikasi yang efektif.

Pertama, harus sungguh membuat lawan bicara dihargai. Kedua, mampu mendengarkan apa maunya mereka. Ketiga, menganggap ada dia.

“Ini yang harus diperhatikan agar kualitas komunikasi kita dengan anggota bisa efektif. Bisa bina dan jaga hubungan baik dengan anggota. Masuk ke Kopdit Obor Mas sebagai pelayanan anggota. Anggota adalah pemilik daripada Kopdit Obor Mas,” ujar Yanto.

Diklat Kenal Budaya Kerja 

Baca juga: Maria Amaliana, Satu Dekade Lebih Nikmati Manfaat Kopdit Obor Mas

Dikatakannya Diklat kepada karyawan baru sudah menjadi budaya yang dilakukan supaya karyawan mengenal dan memahami budaya kerja di Kopdit Obor Mas. Materi yang diberikan mengenai tuga-tugas rill yang akan dijalani sebagai pelayan.

“Maka butuh pendidikan. Ini sejalan dengan moto Kopdit segala sesuatu  dimulai dengan pendidikan. Dimulai dengan pendidikan, berkembang dengan pendidikan.  Kata pepatah, kalau tak kenal maka tak sayang. Kenali budaya kerja, maka  akan membantu kita menjadi pelayan yang baik bagi anggota,” tegas Yanto.

“Saya minta semua karyawan magang selama lima hari, datang ikuti Diklat dengan otak kosong supaya bisa diisi. Supaya semua materi di-sharing-kan bisa mendalam. Orientasi bisa diterima baik jadi modal dan bekal untuk anggota kita nanti,” tandas Yanto.

Otak kosong yang dimaksudkanya, juga datang dengan senyum, siap menerima segala sesuatu. Jangan datang dengan mengeluh, karena materi akan tempias semua. Materi apapun tidak akan masuk.

Baca juga: Febi Tak Menyangka Suami Wariskan Asuransi Rp 34 Juta di Kopdit Obor Mas

Ia menjelaskan tahapan penerimaan karyawan di Kopdit Obor Mas, dimulai karyawan magang, karyawan kontrak dan karyawan tetap.

“Magang itu belajar kerja. Setelah selesai menjalani karyawan magang menjadi karyawan kontrak dan kemudian karyawan tetap,: kata Yanto.

Tetapi, penjenjangan itu melewati proses. Tidak otomatis. Karena itu, harus punya semangat yang militan untuk perjuangkan apa yang dicita-citakan.

Pembukaan Diklat dihadiri juga anggota pengurus Dakal Pius, Pengawas Kons Sanga, Manajer PI, Nong Baga, GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus de Fransu, dan staf manajemen kantor pusat. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan