Ada Hikmah dari Dukacita, Santunan Asuransi Perlindungan Kopdit Obor Mas di Mata Maria Simporosa
MAUMERE,dewadet.com-Kesedihan masih tampak tergurat di wajah Maria Simporosa, Rabu siang, 19 November 2025 di Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Pasar Tingkat, Kota Maumere, Pulau Flores.
Sudah lewat dua tahun, Maria Simporasa kehilangan dua orang terdekat masih setiap mengenakan pakaian hitam. Mertuanya, Ana Ati pergi selamanya pada tahun 2023. Belum lagi air matanya kering, cobaan itu kembali hadir kepada Maria. Yosef Epifanus, suaminya dipanggil Sang Khalik.
Duka datang silih berganti nyaris mematahkan semangat perempuan asal Desa Tanaduen, Kecamatan Kange, 5 Km arah timur Kota Maumere.
Dua cobaan terberat yang diterima setahun, bukan beban ringan ditanggungnya. Deraan itu bagi kebanyakan umat yang percaya kepada Yang Maha Kuasa, setiap cobaan dan tantangan akan mendatangkan hikmah. Bahkan jauh lebih besar makna dibaliknya.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Serahkan Santunan Asuransi Simpanan dan Pinjaman Rp 5,6 Miliar
Rabu siang tadi, Maria dan sekitar 10 orang ahli waris anggota KSP Kopdit Obor Mas diundang pengurus dan manajemen untuk menerima santunan asuransi perlindungan simpan dan pinjaman anggota dari PT Pandai.
“Saya mula-mula hanya ikut-ikutan menjadi anggota Kopdit Obor Mas, karena bisa simpan dan pinjam uang. Saya menikmati kemudahan itu,” Maria membeberkan pengenalannya dengan Kopdit Obor Mas.
Mengikuti setiap tahapan pendidikan dasar dan lanjutan dan pelatihan, , Maria semakin paham keanggotaanya di Kopdit Obor Mas. Tidak sekedar menyimpan dan meminjamkan uang. Di sana program asuransi perlindungan, menjalin solidaritas, kebersamaan, kekeluargaan antar sesama anggota.
Kejadianya ketika mertua meninggal dunia. Tanpa disadari, pada saat beban duka itu menghampirinya, Kopdit Obor Mas hadir membantu dengan santunan duka.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Cabang TTS Salurkan Pinjaman Rp 54,9 Miliar
“Saya akhirnya juga daftar anak dan saudara-sauadara yang lain menjadi anggota Kopdit Obor Mas,” kenang Maria.
“Kemudian seperti sekarang ini. Kami tidak pernah berharap lagi. Tidak kami sadari, kami dipanggil lagi terima santunan asuransi perlindungan pinjaman dan simpanan,” Maria menahan butir yang nyaris jatuh dari sudut matanya.
“Terasa sedih menerimanya (santunan asuransi). Dibaliik ini ada hikmahnya,” Maria memaknai santunan asuransi yang diterimanya.
Pengalaman baik di dalam kebersamaan di Kopdit Obor Mas, juga dibagikan kepada sanak keluarga dan warga di desa. Dia memotivasi mereka menjadi anggota Kopdit Obor Mas.
Baca juga:Tuduhan Pencurian sampai Money Laundry Araksi NTT Bikin Gerah Kopdit Obor Mas
Dengan kepercayaan diberikan oleh pengurus dan mene]emen Kopdit Obor Mas di pundaknya sebagai Ketua Kelompok Solidaritas, Maria terus memotivasi masyarakat menjadi anggota. Ia juga menyadarkan anggota yang macet membayar angsuran pinjaman untuk mencicilnya.
“Saya sampaikan kepada angggota kelompok supaya simpan uang secara teratur, pinjaman uang dengan bijaksana dan angsur tepat pada waktunya,” ujar Maria.
Sukacita menerima santunan asuransi juga diungkapkan Maria Oktoviana. Sepeninggalan suaminya, Wendelinus Wende pada 2017, Maria nyaris lupa ada program asuransi perlindungan pinjaman dan simpanan anggota.
“Sedih suami sudah meninggal. Tapi, saya merasa beban saya diringankan menerima uang ini (asuransi). Terima kasih banyak untuk Kopdit Obor Mas,” ujar Maria Oktaviana.
Baca juga:Suroto Nyalakan Semangat Kopdit Obor Mas Hadapi Ancaman Ideologi Matikan Koperasi Kredit
Emanuel Refendo, ditinggal pergi istrinya Romana Nona Reni, juga tak kuasa menahan haru menerima santunan asuransi perlindungan yang diserahkan General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, di kantor Pusat Kopdit Obor Mas Jalan Kesehatan Kota Maumere.
Warga Halehebing ini mengaku asuransi yang diterimanya bisa meringankan bebannya. “Terima kasih Kopdit Obor Mas,” ujar Emanuel. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




