Fransiska Tempuh Puluhan Kilometer Demi PIP Putrinya

Dicky Raja, anggota DPrd Sikka. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Selembar map berwarna merah dipegang erat di tangan kanan Fransiska Boi (43), Kamis siang 4 September 2025 di teras gedung DPRD Sikka.Wajahnya tampak lelah menempuh perjalanan jauh dari Desa Tawa di Kecamatan Tanawawo ke Kota Maumere.

Di dalam ruang sidang utama Gedung Kulababong, DPRD Sikka di Jalan El Tari, Kamis siang itu sedang berlangsung rapat pembahasan KUA-PPAS DPRD bersama pemerintah.

Warga Desa Tuwa hampir sejam menunggu hendak bertemu anggota DPRD Sikka, Dicku Raja yang sedang mengikuti sidang di dalam gedung itu.

Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) itu akhirnya tinggalkan ruangan menemui Fransiska. Wajahnya yang semula tampak lelah seketika berubah cerah telah bertemu Dicky dan menyerahkan map merah.

Baca juga:Rumah Layak Huni Dipatok Rp 40 Juta Perunit, Fraksi PDIP: Naikan Plafon Rp 80 Juta

“Pak tolong dibantu anak saya. Kami tidak bisa membiayainya,”ujar Fransiska kepada Dicky Raja.

Dicky mengakui kedatangan Fransiksa meminta bantuanya memfasilitasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Di dalam surat keterangan ditandatangani Pejabat Kepala Desa Tawa, Agnes Bela, dan Camat Tanawawo Yohanes  Oriwis N.Seso, menyatakan bahwa Raimundus Roni, tidak mampu membiayai  anaknya Maria Anastasi Soka yang sementara menempuh pendidikan di SMAN Role Delu.

Dicky Raja mengakui pasangan suami istri Raimundus Roni, dan Fransiska Boi, meminta dirinya memperjuangkan beasiswa PIP. Mereka sungguh berharap pemerintah mengakomodir anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan hingga selesai.

Baca juga Fraksi Golkar MPR Tulis ke Presiden Prabowo Perhatikan Anggaran Pendidikan

“Saya tentu akan mengusahakan semoga anak ini bisa memperoleh PIP sehingga bisa menyelesaikan pendidikan” kata Dicky Raja.

Seperti diketahui PIP merupakan program bantuan pendidikan dari  pemerintah Indonesia untuk siswa dari keluarga miskisn atau rentan miskin guna membiayai pendidikan mereka dan mencegah putus sekolah. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai  melalui Kartu Indonesia Pintar  (KIP) untuk mendukung akses pendidikan bagi anak SD, SMP dan SMA/SMK juga mahasiswa. *

Penulis: Eugenius Moa

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan